Isu Virus Zika di Bali, Wisatawan Australia Tak Terpengaruh

0
626
WismanAustralia di Bali (Foto: www.abc.net.au

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Deputi Bidang Pengembangan Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata, I Gde Pitana menegaskan isu sensasional dari beberapa media di Australia yang menyebut Bali beresiko virus zika. Ditambah Pemerintah Australia pada 17 Juni 2016 mengeluarkan imbauan perjalanan atau “travel advisory” ke Indonesia terkait virus zika, tidak akan berdampak buruk pada pariwisata Bali maupun Indonesia.

“Bahkan wisatawan Australia tidak bakal terpengaruh dengan isu virus Zika di Bali yang disebarkan media Australia. Mereka tetap datang ke Bali, karena mereka sudah tahu kondisi Bali juga menilai berita itu tidak benar,” papar I Gde Pitana saat jumpa pers di Hotel Millenium Jakarta, Selasa (28/06/2016).

Ketidakbenaran isu virus itu, sambung dia, sudah dibantah dengan adanya laporan WHO menyatakan tidak ada kasus Zika di Indonesia, termasuk Bali antara tahun 2013 dan 2016. Negara-negara Asia Pacifik yang terkait kasus tersebut diantaranya Fiji, Vietnam, Filipina dan Papua Nugini. “Justru di Australia sendiri ada dua korban warganya yang kena virus Zika,” ungkapnya.

Selain itu, tambah dia, dalam diskusi di media sosial yang digelar nitizen Australia tidak pernah membahas masalah isu virus Zika di Bali. Ini menunjukkan masalah itu bukan menjadi perhatian yang dibahas serius, juga mereka sadar bahwa hal itu sengaja ditiupkan media massa Australia agar tidak berwisata ke Bali. “Kami juga menghubungi VITO, dan KBRI di Australia agar menjelaskan isu virus Zika di Bali, ternyata warga Australia tak terpengaruh dengan berita itu,” lontarnya.

Dijelaskan, masyarakat Australia yang liberal ternyata tidak mudah menerima isu murahan, apalagi pemerintahnya mengeluarkan travel warning jelas tak akan dipatuhi. Apalagiu, masyarakat Australia percaya dengan data di media sosial ketimbang isu murahan. Berbeda dengan masyarakat Korea, China, apalagi Jepang yang sangat patuh dengan himbauan pemerintahnya yang selalu diikuti.

“Jadi mereka tahu tidak ada masalah apa-apa di Bali. Dan mereka sudah mengenal Bali sejak lama, sekaligus tempat mengisi liburan yang paling dekat, paling aman dan nyaman. Jadi mereka tidak terpengaruh sehingga tetap berwisata ke Bali,” sambungnya.

Ditambahkan, pemerintah Indonesia sudah mengantisipasi virus Zika. berbagai langkah dijalankan, seperti Pengelola Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, memasang alat pemindai suhu tubuh atau “thermoscanner” di terminal kedatangan internasional mengansitipasi masuknya virus zika. “Alat deteksi terpasang di terminal kedatangan internasional,” katanya.

Jika ada penumpang internasional yang baru tiba menunjukkan tanda-tanda kesehatan yang tidak baik dari alat pendeteksi suhu tubuh itu maka petugas kesehatan akan mengarahkan penumpang tersebut ke ruangan khusus. Namun hingga kini belum ada penumpang yang terindikasi atau digiring ke ruangan khusus karena indikasi penurunan suhu tubuh tersebut. “Pembatalan rute penerbangan internasional khususnya dari Australia, juga tidak ada laporan,” paparnya. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.