Istana Siak, Akon Wisata Riau bakal Dikunjungi Wapres JK

0
2347
Istana Siak

PEKANBARU, test.test.bisniswisata.co.id: Istana Siak, salah satu icon pariwisata Riau bakal dikunjungi Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Istana yang dibangun Sultan Kesultanan Islam Siak Sri Indrapura, Syarif Hasyim, pada 1889 ini, tercatat untuk kedua kalinya didatangi Wakil Presiden RI. Sebelumnya dikunjungi Bung Hatta ketika Indonesia baru merdeka.

“Setelah Wapres Bung Hatta yang pernah mengunjungi Istana Siak, kini Wapres Jusuf Kalla. Kita berharap kunjungan ini memberi perhatian pada pariwisata Riau, sekaligus meningkatkan arus kunjungan wisatawan ke Riau. Mengingat saat ini Provinsi Riau tengah memfokuskan program pariwisata “The Homeland of Melayu.” , papar Ketua Asosiasi perjalanan biro wisata (ASITA) Riau Dede Firmansyah, di Pekanbaru, Rabu (20/7/2016).

Data ASITA Riau, kunjungan ke Istana Siak pernah mencapai angka 10.000 wisatawan nusantara pada puncak musim libur Lebaran 2015. Pada libur Lebaran 2016, meningkat menjadi 10.000 pengunjung. “Dengan kunjungan Wapres JK, semakin banyak wisatawan domestik maupun mancanegara datang ke Istana Siak. Ini harapan kita bersama,” harapnya

Istana Siak ini merupakan peninggalan Kesultanan Siak Sri Inderapura yang mulai dibangun tahun 1889. Bangunan bergaya Melayu, Arab, dan Eropa ini terdiri ruang tamu kehormatan, ruang tamu laki-laki, ruang tamu untuk perempuan, ruang sidang kerajaan, ruang istirahat Sultan serta para tamu istana, dan bangunan kecil yang dulu digunakan sebagai penjara sementara.

Di istana yang masih berdiri kokoh dan megah itu, bisa menyaksikan jejak kemegahan kejayaan Islam di Tanah Melayu. Berbagai benda yang digunakan raja dan penghuni istana, mulai dari gelas, piring, lemari, kursi raja bersepuh emas, meriam, alat pemutar pringan hitam atau gramofon pun masih ada. Bahkan, duplikat mahkota kerajaan, brankas kerajaan, tombak, payung kerajaan, patung perunggu Ratu Wilhelmina, masih tersimpan rapi.

Sultan Siak Sultan Siak XI pada 1896 juga berhasil membawa kotak musik raksasa bernama Komet dari Jerman sewaktu melawat ke Eropa. Kotak musik itu berukuran 3 meter dan lebar 1 meter. Pada bagian pemutar ditutup dengan pintu kaca berukir klasik bertuliskan Komet Goldenberg & Zeitlin. Kotak musik ini berisi musik-musik instrumental klasik abad ke VIII karya komponis terkenal, seperti Bethoveen, Mozart, dan Strauss. Menurut cerita yang berkembang, Komet hanya ada dua di dunia, yakni di Istana Siak dan di Jerman. Konon, Komet yang ada di Jerman sudah tidak dapat digunakan lagi.

Koleksi piringan baja berisi aransemen musik klasik tersimpan di laci bawah dan terawat dengan baik. Kotak musik ini menyimpan 17 keping piringan baja. Koleksi lainnya yang menarik dalah perlengkapan makan yang terbuat dari kristal, meja pertemuan, serta cermin putri. Selain Istana Siak, di dalam kompleks istana kita masih bisa melihat tiga istana lain seperti Istana Lima, Istana Padjang, dan Istana Baroe.

Selain Istana Siak, ada juga objek wisata lainnya seperti Jembatan Siak hingga turap di tepian Sungai Siak yang dibangun dengan konsep waterfront city, dan air mancur pelangi di taman kota Siak. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.