Open House Istana Bogor Tak Direspon Wisatawan

0
858
Istana Bogor

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: Open House Istana Bogor untuk rakyat serta wisatawan, ternyata sepi peminat. Selama tiga hari berlangsung, wisatawan yang datang belum mampu mencapai target kunjungan sebanyak 15 ribu orang. Nampaknya open house kurang diminati wisatawan.

Hingga Kamis (26/05/2016), panitia Open House mencatat kunjungan cuma 11.624 orang. Dan Jumat dan Sabtu Istura diliburkan. “Kita buka lagi Senin dan Selasa mendatang,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Kota Bogor, Shahlan Rasyidi, Sabtu (28/5).

Data di buku tamu menyebutkan pada Selasa (24/5/2016) jumlah pengunjung Istura sebanyak 1.783 orang. Rabu (25/5/2016) meningkat menjadi 4.049 orang. Kamis (26/5/2016) meningkat lagi menjadi 5.792 orang. Diharapkan, Senin dan Selasa pengunjung kembali meningkat.

“Target kita tahun ini hanya 15.000 pengunjung. Dan kemungkinan akan melebihi target. Dibanding tahun lalu, sepertinya tahun ini akan lebih tinggi. Tahun 2015 lalu, pengunjung Istana Open hanya 13.596 orang,” terangnya.

Menurut Shahlan, pengunjung Istana Bogor pernah mencapai puncaknya pada 2014 mencapai 35.000 orang. Seiring larangan masuk ke dalam Istana Bogor, pengunjung pun turun drastis pada 2015 hanya 13.596 wisatawan.

“Meski hanya boleh melihat dari luar, depan dan belakang istana saja, kita optimistis pengunjung meningkat dibanding tahun lalu. Sebab, tahun ini ada Balai Kirti, satu museum kepresidenan yang di dalamnya banyak mengandung sejarah,” imbuhnya.

Istana Bogor, salah satu dari enam Istana Presiden Republik Indonesia yang mempunyai keunikan tersendiri dikarenakan aspek historis, kebudayaan, dan faunanya. Salah satunya adalah keberadaan rusa-rusa yang didatangkan langsung dari Nepal dan tetap terjaga dari dulu sampai sekarang.

Kini jadi trend warga Bogor maupun wisatawan domestik setiap Sabtu, Minggu, dan hari libur suka berjalan-jalan di seputaran Istana Bogor sambil memberi makan rusa-rusa indah yang hidup di halaman Istana Bogor dengan wortel.

Istana Bogor dulu bernama Buitenzorg atau Sans Souci yang berarti “tanpa kekhawatiran”. Sejak tahun 1870 hingga 1942, Istana Bogor merupakan tempat kediaman resmi dari 38 Gubernur Jenderal Belanda dan satu orang Gubernur Jenderal Inggris.

Istana ini memiliki banyak barang asli turun temurun yang rusak, hancur, atau hilang pada masa Perang Dunia II. Karena itu, seluruh karya seni dan perabotan klasik yang berada di Istana Bogor bermula dari awal tahun 1950.

Koleksi-koleksi karya seni dan dekorasi internasional banyak dari hadiah negara-negara asing, yang memberikan aksen mewah di Istana Bogor. Salah satunya adalah tempat penyangga lilin cristal bergaya Bohemian dan karpet langka dari Persia yang melapisi lantai ruang utama di Istana Bogor.

Koleksi istana lainnya, 450 lukisan, di antaranya adalah; karya pelukis Indonesia Basuki Abdullah, pelukis Rusia Makowski, dan Ernest Dezentjé.

Juga ada 360 patung. Bahkan susunan lantai keramik mewah yang tersebar di istana. Salah satu dari koleksi keramik yang paling mengesankan, berasal dari Rusia, sumbangan dari Perdana Menteri Khrushchev pada tahun 1960.

Hadiah hadiah kenegaraan, di antaranya adalah tengkorak harimau berlapis perak, hadiah dari Perdana Menteri Thanom Kittikachorn dari Thailand pada tahun 1958

Juga Tempat Penyangga lilin cristal bergaya Bohemian dan karpet langka dari Persia. Marmer didatangkan langsung dari Italia. Lampu kristal dari Cekoslovakia. (*/NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.