Istana Bogor Dibuka Gratis bagi Wisatawan

0
526
Wisatawan nusantara menikmati suasana alam kebun Raya Bogor dengan latar Istana Bogor di Kebun Raya Bogor (KRB), Jawa Barat, (FOTO :ANTARA/Jafkhairi/asf/15.

BOGOR, Bisniswisata.co.id: Program Istana untuk Rakyat (Istura) kembali diselenggarakan untuk ke-15 kalinya di Bogor. Program Istura merupakan salah satu bagian dari rangkaian acara Hari Jadi Bogor (HJB) ke- 535, dibuka secara resmi Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto di Bogor, Senin (24/07/2017).

Walikota Bima menyatakan wisatawan maupun pengunjung Istura tahun ini semakin antusias. Meski warga tahu, adanya pembatasan-pembatasan kunjungan karena Presiden Joko Widodo saat ini tinggal di Istana Bogor.

Istana Bogor, terang Bima, tidak dapat terlepas dari sejarah Republik Indonesia. “Ini juga sebagai bukti, bagaimana kita lihat dekatnya Bogor dengan jantung negara Indonesia,” papar Bima.

Kepada Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Shahlan Rasyidi mengatakan, program Istura akan dibuka selama 4 hari terhitung sejak tanggal 24 hingga 28 Juli 2017. Hingga saat ini, pengunjung yang mendaftar sudah mencapai 24.432 pengunjung dari target awal hanya sekitar 20 ribu pengunjung.

Dari data pendaftaran Istura, jelas Shahlan, pengunjung Istura terdiri dari wilayah Jabodetabek, Rembang, Batam, dan beberapa kota lain. Adapun untuk pengunjung dari luar Indonesia, Shahlan mengaku, ada penurunan jumlah pengunjung yang sangat signifikan dari tahun sebelumnya.

Tahun 2016 tercatat 250 pengunjung asing, tahun ini yang sudah terdaftar baru 25 orang yang terdiri dari Amerika Jepang, Serbia, dan Bosnia. “Karena kita tahu kan, Presiden tinggal di Istana Bogor. Jadi untuk keamanan pengunjung hanya diperbolehkan keliling istana saja, tidak bisa masuk ke dalam Istana,” ungkap Shahlan.

Untuk rute, terang Shahlan, Istura akan diawali di gerbang Balai Kota Bogor, lalu masuk ke gerbang Istana dan pengunjung akan berkeliling Istana, kemudian pengunjung juga bisa memasuki balai Kirti dan terakhir Kebun Raya Bogor.

Wisatawan yan berwisata ke Istana Bogor sangat tertarik dengan arsitektur Istana, lukisan, patung dengan karya seni bernilai tinggi dan taman laus di Istana Bogor yang dipenuhi rusa yang hidup bebas. Juga udara di kawasan ini sangat segar serta tanaman yang asri dan hijau.

Meski begitu, wisatawan wajib menaati ketentuan peserta yang telah ditetapkan panitia bersama Paspampres dan pihak protokoler Istana. Berikut aturan yang harus ditaati:

01. Memiliki tiket masuk

Tiket masuk bisa didapatkan gratis sejak tanggal 15 Juli hingga hari terakhir acara pada 28 Juli 2017, di Balai Kota dan Dinas Pariwisata Kota Bogor.

02. Dilarang bawa barang bawaan

Bagi wisatawan, disarankan untuk tidak membawa barang berlebih termasuk kamera. Barang yang boleh dibawa masuk hanya dompet.

03. Tak ada penitipan barang

Wisatawan memang dihimbau untuk mengamankan barangnya sendiri, meski ada posko panitia. Namun tidak bertanggung jawab atas kehilangan barang Anda yang membawa mobil lebih baik menaruh semua barang bawaan di mobil Anda.

04. Batas usia minimal 10 tahun ke atas

Hal ini karena beberapa sudut Istana Bogor terdapat barang-barang berharga yang harus dijaga. Selain itu, beberapa benda juga yang memuat konten sensitif.

05. Kenakan pakaian tertentu

Menggunakan pakaian rapi menjadi syarat utama, seperti batik dan kemeja. Anda tidak diperkenankan menggunakan celana jeans apalagi celana pendek. Untuk alas kaki, Anda diharuskan menggunakan sepatu yang menutupi kulit kaki wisatawan. Bagi yang terlanjur datang menggunakan sandal, dipersilahkan mencari pinjaman, atau jadwal tiket ditukar untuk datang kembali keesokan harinya.

6. Dilarang bawa kamera

Untuk mengabadikan kegiatan Istura, di dalam istana tersedia jasa foto dari panitia yang bisa dimanfaatkan dengan membayar hasil cetak fotonya.

“Tahun ini kamera dan handphone juga tidak boleh masuk, instruksi dari protokoler istana,” ujar Susilowati Kepala Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bogor sambil menambahkan Istana salah satu cagar budaya yang ada di Bogor. Karena itu Harus dilestarikan, tapi juga harus dikenal masyarakat banyak. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here