ISES ke-4, Energi yang Baik Murah dan Cepat

0
594

Mangupura, test.test.bisniswisata.co.id- Pertemuan International Student Energy Summit (ISES) ke-4 tahun 2015, Kamis (11/6) malam dibuka resmi Wakil Presiden RI Yusuf Kala di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC). Pertemuan yang diikuti 500 orang lebih mahasiswa dari 60 negara membahas hal pasar dan regulasi ikutannya, dinamika global energy dan inovasi teknologi terkait energy berlangsung sampai dengan Sabtu 13 Juni.

Pada kesempatan tersebut Wapres menegaskan jika energi bermula dari tenaga yang dihasilkan air, hewan dan manusia. Tapi, setelah terjadi revolusi industri, mulailah ditemukan energi baru seperti batubara, minya bumi, nuklir, dan sumber lainnya. Setelah kenaikan harga minyak bumi dari USD 2 per barrel menjadi USD 20 per barrel saat terjadi oil shock tahun 1970-an dan juga KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992, mulailah dipikirkan sumber energi lainnya, yang memenuhi kriteria murah dan ramah lingkungan. Oleh karena itulah, selama sepuluh tahun terakhir ini Indonesia memikirkan bagaimana caranya melakukan efisiensi dalam penggunaan energi. “Ini solusi yang harus dicari anak muda di seminar ini,” ujar Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla.

Lebih jauh Wapres menambahkan bahwa kita harus membicarakan dampak dan tujuan pemanfaatan energi. Bahkan, kita harus kembali lagi menggunakan energi yang ramah lingkungan dan terbarukan, sehingga memaksa kita untuk kembali memanfaatkan energi yang bersifat alami, seperti tenaga angin, matahari, tenaga air dan geothermal. “Ini penting bagi generasi kalian, karena energi terbarukan dapat menyelamatkan planet bumi ini. Kita menyelamatkan masa depan,” tegas Wapres.

Menurut Wapres banyak negara yang telah berhasil menggunakan energi alam yang ramah lingkungan, dan merupakan energ terbarukan. Di dunia ini, kata Wapres, ada miliaran penduduk di yang bermukim, dan tidak mudah menemukan energi alam yang ramah lingkungan. Itulah alasan anda datang kemari, bicarakan ini semua dan memecahkannya untuk negara anda,” ucap Wapres.

Beberapa negara yang sukses mengembangkan energi alam yang ramah lingkungan adalah Selandia Baru dengan geothermal, dan Norwegia dengan tenaga air. Indonesia, kata Wapres, baru menggunakan energi terbarukan sebanyak 12 persen dari energi secara keseluruhan. “Kita harus memikirkan masa depan kita semua,” ujar Wapres.

Sumber energi yang banyak digunakan di Indonesia, seperti juga di Tiongkok yaitu batubara, karena murah,tapi juga mengotori lingkungan dibandingkan energi lainnya. “Indonesia memiliki potensi untuk mengembangkan tenaga air dan geothermal, tapi masalahnya adalah tingginya nilai investasi,” kata Wapres.

Memang semua orang membutuhkan energi, tapi tidak semua negara berhasil mengatasi perosalan ini. Energi, kata Wapres, harus dapat membuat kehidupan yang lebih baik dengan menghasilkan lingkungan yang baik. Para mahasiswa yang hadir di Nusa Dua ini, mungkin dalam 2-3 tahun mendatang telah menjadi seorang peneliti, pengusaha maupun praktisi di bidang energi. “Anda semua dapat berdiskusi dengan teman-teman dari berbagai negara dengan situasi yang berbeda,” ucap Wapres.

Sebagai contoh, lanjut Wapres, penduduk di Indonesia belum semuanya terhubungkan dengan energi. Di Amerika Serikat, mungkin sudah 100 persen terhubungkan. “Hal ini sebenarnya menjadi tantangan dan merupakan potensi investasi di bidang pembangkit listrik, dengan tetapmenjaga lingkungan kita, memperoleh energy yang lebih baik, murah dan lebih cepat adalah kunci untuk energi di masa depan,” ucap Wapres.

Pada pertemuan bertema Connecting the Unconnected Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta, menyampaikan bahwa iklim pariwisata saat ini memerlukan terobosan, dimana energi sebagai pembangunan ekonomi yang dapat memberikan nilai profit bagi pembangunan sebuah negara ataupun daerah. Namun, pembangunan energi harus mengutamakan kondisi dan potensi alam serta lingkungan yang ada, agar dikemudian hari tidak terjadi dampak negatif dari pembangunan energi tersebut. Oleh karenanya, melalui forum ini dapat memberikan suatu ide atau pun gagasan-gagasan baru untuk generasi muda dalam pembangunan energi dimasa depan. (Dwi, bisniswisata.co@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.