Iran Luluhlantakkan AS dalam Film Animasi

0
519

TEHERAN. bisniswisata.co.id: Tak bisa dipungkiri, selama ini film perang bikinan Hollywood selalu memenangkan Amerika Serikat (AS) dalam setiap filmnya, termasuk menghancurkan Iran. Namun kini sebaliknya, film Iran justru mampu meluluhlantakan tentara Adidaya dengan gempuran pejuang Iran.

Kemenangan Iran itu tertuang di kepala Farhad Azima, sutradara asal Iran, perang itu bakal dimenangi oleh negaranya. Hal itu tertuang dalam film animasi panjang berjudul Battle of Persian Gulf II. Film itu segera dirilis di Iran, memperlihatkan perang antara Pasukan Revolusioner Iran dengan angkatan laut Amerika Serikat. Iran mengalahkan AS di sana.

Mengutip Reuters, Azima mengaku tidak ada maksud apa-apa saat membuat dan merilis film itu. Hanya kebetulan saja, film animasi yang butuh empat tahun masa pembuatan itu dirilis nyaris berbarengan dengan terpilihnya Donald Trump sebagai Presiden AS. Kebetulan pula, sikap Trump terhadap Iran ternyata makin ‘keras.’

Tapi Azima tidak menyesali apa yang tertuang di filmnya. “Saya harap film ini menunjukkan bagaimana tentara Amerika akan menghadapi kekalahan yang memalukan jika mereka menyerang Iran,” katanya kepada Reuters dalam wawancara melalui telepon.

Battle of Persian Gulf II berdurasi 88 menit, dibuka dengan serangan pasukan AS terhadap reaktor nuklir Iran. Pasukan AS di Teluk Persia juga menyerang lokasi-lokasi strategis di seluruh Iran. Tapi kali ini Iran tidak tinggal diam.

Mereka punya Pasukan Penjaga Revolusioner Islam (IRGC). Cabang paling kuat dalam militer Iran itu membalas dendam dengan kekuatan penuh. Mereka menghujani kapal-kapal perang AS dengan ‘hujan’ misil. AS tak siap dengan serangan itu. Mereka pun tenggelam.

“Film berakhir dengan kapal-kapal AS berubah menjadi akuarium bagi ikan-ikan di dasar laut,” ujar Azima menerangkan akhir filmnya. Ia seakan bangga dengan akhir film itu.

Battle of Persian Gulf II juga menampilkan komandan pasukan Iran yang ikonis, yang dianggap mirip dengan sosok Qassem Soleimani. Ia merupakan komandan IRGC yang memerintahkan operasi militer tentara Iran di Suriah dan Irak memerangi ISIS.

Azima tidak membantah sosok itu adalah Soleimani. Ia bahkan mengaku berusaha mengontak sang komandan untuk meminta persetujuannya untuk ditampilkan dalam film itu. Namun ia tak mendapat jawaban. Tapi sumber orang Soleimani punya permintaan khusus.

Ia meminta Azima tetap menggunakan karakter itu, tapi menghapus nama Qassem. “film yang dibuatnya merupakan perlawanan pada propaganda AS terhadap Iran. Apalagi belakangan diketahui Trump sudah menegaskan ia tidak akan ‘sebaik’ presiden sebelumnya, Barack Obama kepada negara itu. Katanya, serangan militer bisa jadi opsi,”

“Hollywood sudah membuat begitu banyak film melawan Iran. Ada banyak permainan komputer di mana tentara AS menaklukkan negara kami. Kami membuat film ini sebagai jawaban atas propaganda itu,” tutur sang sutradara 35 tahun.

Tapi tentu saja, besaran film itu mungkin tidak akan sepopuler film Hollywood. Film yang dibuat studio animasi Fatima Zahra itu tak punya tim yang masif dan dana yang besar. Mereka bahkan tak dapat dana dari pemerintah maupun IRGC.

“Animator kami tidak bekerja untuk uang, melainkan keyakinan dan cinta mereka kepada negara. Untunglah, semua orang senang kami bisa membuat produksi berkualitas dengan kondisi yang terbatas,” tutur Azima membanggakan karyanya.

Belum jelas kapan film itu akan tayang. Pemutaran perdananya akan dimulai sesegera mungkin setelah film itu mendapat izin dari departemen kebudayaan setempat. Tapi trailer film itu telah dirilis dan banyak diperbincangkan di media sosial. (*/NDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.