Investasi Bandara Baru di Asia Pasifik US$226,8 Miliar

0
548

SINGAPURA, test.test.bisniswisata.co.id: Semakin berkembangnya tren penerbangan berbiaya murah (Low Cost Carrier/LCC) di kawasan Asia, memacu pihak otoritas dan operator bandara di kawasan Asia untuk menambah kapasitas.

Munculnya maskapai penerbangan berbiaya murah dianggap sebagai pendorong utama meningkatnya jumlah penumpang yang berpergian melalui sejumlah hub di kawasan ini. Jika hal tersebut tidak diantisipasi, diperkirakan bakal menimbulkan hambatan pada pembangunan ekonomi.

Tidaklah mengherankan jika kemudian pihak otoritas penerbangan dan operator bandara bergegas memperluas atau membangun bandara baru, menambah landasan pacu, dan memperluas terminal penumpang.

Australia’s Center for Aviation (CAPA), dalam laporannya Jumat (07/08/2015) mengungkap kehadiran proyek bandara baru di kawasan Asia-Pasifik diperkirakan telah menarik investasi sebesar US$ 91.200.000.000. Sementara, nilai investasi dalam proyek-proyek perluasan bandara mencapai nilai total US$ 135.600.000.000.

Jumlah gabungan kedua hal tersebut, mencapai angka US$ 226.800.000.000, atau sekitar 37 persen dari total investasi global dalam proyek bandara yang sedang berlangsung, yang nilainya mencapai US$ 606.900.000.000.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, CAPA mengatakan, kawasan Asia-Pasifik menghasilkan nilai investasi bandara lebih dari dua kali lipat dibandingkan kawasan Amerika Utara yang memiliki invetasi bandara sebesar US$ 107.700.000.000.

Tiongkok disebutkan sebagai salah satu negara di kawasan Asia yang paling bersemangat dalam memperluas dan menambah kapasitas bandara miliknya.

Khusus di Beijing saja, pihak pemerintah Tiongkok diketahui tengah membangun bandara yang berlokasi di sebelah selatan kota Beijing. Fasilitas baru ini, diperkirakan menelan investasi US$ 13.500.000.000, dan dijadwalkan akan dibuka pada 2019 mendatang. (marcapada2015@yahoo.co.id)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.