Invest Rp 1 Triliun, Saudi & Qatar Terpikat Garap Wisata Terpadu Sumbar

0
910
Presiden Jokowi tinjau wisata Mandeh Sumbar

PADANG, test.test.bisniswisata.co.id: Investor Arab Saudi dan Qatar menyatakan minat untuk menggarap potensi Kawasan Wisata Terpadu (KWT) Sumatra Barat (Sumbar) dengan potensi investasi sebesar Rp1 triliun lebih. KWT itu, kawasan wisata kota Padang hingga kawasan Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan.

“Awalnya investor asal Timur Tengah itu tertarik dengan KWT Gunung Padang seluas 400 hektare (Ha), tetapi investor minta lebih luas lagi. Sehingga dipadukan dengan Kawasan Mandeh, jadi 10.000 Ha lebih,” papar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang Medi Iswandi di Padang, Senin (19/09/2016).

Menurutnya, karena terbatasnya areal KWT Gunung Padang, maka Pemprov Sumbar menggabungkan pengembangannya bersama kawasan Mandeh di Pesisir Selatan. Apalagi jarak Padang – Mandeh hanya 1 jam perjalanan darat.

Adapun, KWT Gunung Padang meliputi Pantai Muaro Lasak, Danau Cimpago, Muaro Padang, Batang Arau, Pantai Air Manis, Taman Siti Nurbaya Gunung Padang, hingga Kota Tua Padang dengan area sekitar 400 hektare.

Kawasan itu dipadukan dengan Kawasan Mandeh yang meliputi wisata bahari terpadu, wisata pulau, terumbu karang, menyelam, hutan mangrove, dan objek-objek wisata lainnya, dengan nama KWT Sumbar.

Medi mengungkapkan, sebelumnya investor asal Qatar sudah menyatakan kesediaan menggarap kawasan Gunung Padang. Namun, belum ditentukan berapa nilai investasi yang ditanamkan untuk kawasan itu.

Menurutnya, potensi investasi yang bisa dikembangkan antara lain pembangunan hotel dan resort, pengembangan wahana permainan, infrastruktur kawasan wisata, jasa, serta pembangkit energi. “Kami belum merinci, tetapi perkiraan awal termasuk dengan kawasan Mandeh, total potensi investasi di atas Rp1 triliun,” ujarnya seperti diunduh laman bisnis.com.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan pemda setempat membuka diri terhadap investasi pengembangan pariwisata di sejumlah daerah. Apalagi, seluruh kabupaten/kota di Sumbar memiliki potensi wisata unggulan. “Investasi terutama untuk penunjang kegiatan pariwisata, seperti perhotelan. Di Sumbar masih timpang. Hotel masih didominasi di Padang dan Bukittinggi,” katanya.

Dilanjutkan, pemda setempat mendorong pemerataan pembangunan hotel di daerah itu, dengan memprioritaskan investasi di kawasan wisata yang tengah berkembang dan minim infrastruktur penunjang.

Daerah potensial itu, seperti Mandeh di Pesisir Selatan, Solok Selatan, Tanah Datar, Agam, Limapuluh Kota, Sijunjung, dan Dharmasraya. Nasrul mengungkapkan pariwisata adalah kunci pengembangan ekonomi Sumbar pada masa depan, mengingat minimnya potensi sumber daya alam daerah itu. “Makanya, investasi sektor pariwisata menjadi prioritas, selain infrastruktur, industri pengolahan, dan panas bumi dan energi terbarukan,” sambungnya. (*/BIC)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.