Invest Manado Raup Kesepakatan Bisnis US$400 juta

0
464
Pualau Siladen Manado dicincar wisatawan asing dari China

MANADO, Bisniswisata.co.id: Manado International Conference on Tourism (Invest Manado) yang digelar Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menghasilkan kesepakatan bisnis mencapai US$400 juta. Kesepakatan bisnis yang dihasilkan merupakan bukti nyata menggeliatnya investasi sektor Pariwisata Indonesia.

“Kesepakatan bisnis dan komitmen investasi yang dihasilkan tersebut merupakan bukti nyata upaya pemerintah untuk meningkatkan investasi,” kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis (25/06/2017).

Dijelaskan, kesepakatan terdiri kerjasama investasi antara investor China dengan perusahaan Indonesia terkait pembangunan di Manado Selatan untuk hotel, apartemen, shopping mal dan diving center senilai US$200 juta dan penyerahan izin perluasan investasi kepada PMA Amerika Serikat terkait akomodasi cottage dan pariwisata di Raja Ampat senilai US$200 juta.

Menurut Thomas, nilai yang dihasilkan pada kesepakatan bisnis tersebut di luar dari kesepakatan yang dapat diperoleh dalam kegiatan one on one meeting yang hingga kini telah terkonfirmasi diikuti 37 perusahaan dari Tiongkok, Jepang, Singapura, Australia, Persatuan Emirat Arab, dan Korea Selatan.

“Dalam forum one on one meeting mereka akan dipertemukan dengan perusahaan maupun pemerintah daerah secara langsung untuk membahas mengenai minat investasi mereka,” lanjutnya.

Selain itu, terdapat 7 perwakilan kedutaan besar serta asosiasi bisnis asing dari Tiongkok, Thailand, Australia, dan Jepang yang juga akan memanfaatkan kesempatan one on one meeting dengan berbagai pihak terkait investasi pariwisata di Indonesia.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga menilai destinasi investasi yang ditawarkan mendapatkan respons positif dari peserta yang akan hadir. Saat ini sudah ada 27 perwakilan perusahaan asing yang meminta pertemuan “one on one” dengan pemerintah daerah.

Pricewaterhouse Coopers dan Broadway Malyan jadi mitra bersama Indonesian Research Development International (IRDI) menyampaikan kajiannya terkait menjadikan Manado sebagai destinasi investasi unggulan.

“Kebanyakan investor berminat untuk menanamkan modal di bidang sarana penunjang pariwisata. Tanpa sarana penunjang dengan standar internasional, maka akan sulit bagi daerah mengembangkan potensi pariwisatanya,” paparnya.

Untuk destinasi investasi di Provinsi Sulawesi Utara, investor yang hadir diarahkan untuk menanamkan modal di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung atau Bunaken yang menjadi salah satu primadona pariwisata.

“Untuk Bitung yang akan diinformasikan lebih pada aktifitas logistik dengan pembangunan Pelabuhan maupun interkoneksi Bitung-Manado-Gorontalo, sedangkan investor yang fokus di sektor Pariwisata dapat menggali informasi lebih dalam di Bunaken ,” ungkapnya.

Kegiatan Invest Manado bertujuan untuk memberikan gambaran destinasi investasi di Sulawesi Utara sekaligus mempopulerkan tujuan pariwisata di Manado.

Data BKPM, investasi asing (FDI) di sektor pariwisata terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2014 tercatat investasi di sektor pariwisata hanya US$ 673,1 juta naik tipis menjadi US$732,5 juta pada tahun 2015, naik drastis 63% menjadi US$1,19 miliar pada tahun 2016. Hingga kuartal pertama tahun 2017, investasi asing di sektor pariwisata mencapai US$440 juta. ([email protected])

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.