Industri Pariwisata Bali Kecam Pemerintah & Media Australia

0
1013
Turis Australia di Bali

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: Pelaku dan Industri Pariwisata Bali mengecam media Australia, hal ini imbas laporan sensasional dari beberapa media di Australia yang mengatakan Bali beresiko virus zika. Laporan itu merusak citra pariwisata Bali.

Di sisi lain, Pemerintah Australia melalui laman Departemen Luar Negeri dan Perdagangan pada 17 Juni 2016 mengeluarkan imbauan perjalanan atau “travel advisory” ke Indonesia terkait virus zika. Dalam imbauan perjalanan itu disebutkan Indonesia mengalami transmisi sporadis virus dari nyamuk yakni virus zika.

Padahal, laporan WHO menyatakan tidak ada kasus Zika di Indonesia, termasuk Bali antara tahun 2013 dan 2016. Negara-negara Asia Pacifik yang terkait kasus tersebut diantaranya Fiji, Vietnam, Filipina dan Papua Nugini.

Asosiasi Hotel Bali mengutip dari Organisasi Kesehatan Dunia PBB (WHO) dan Departemen Kesehatan Indonesia mengatakan bila Indonesia belum terkena virus nyamuk. Akibatnya, Asosiasi tersebut mengkritik travel advisory Australia untuk memperingati warganya soal isu zika tersebut.

“Kami sangat menyesalkan kepada travel agen atau biro perjalanan serta media di Australia yang menginformasikan isu soal Bali yang kerap dikaitkan dengan persoalan apapun termasuk virus zika. Hal ini membuat wisatawan ketakutan untuk datang ke Bali,” jelas Asosiasi Hotel Bali dilansir Traveldailymedia, Senin (27/6/2016).

Asosiasi Hotel Bali mencatat bila Australia menjadi pasar sumber pengunjung terbesar di Bali, bahkan hampir seperempat dari total kedatangan wisatawan ke Pulau Bali tahun 2015 adalah Australia.

Hal senada juga disampaikan General Manajer PT Bali Unicorn yang membawahi beberapa hotel dan vila serta mall di Bali, I Wayan Puspa Negara mengaku menyaksikan langsung tayangan televisi Australia yang merusak citra pariwisata Bali. Awalnya dalam siaran berisi narasi yang menguraikan tentang masalah global, namun kesimpulan tayangan itu berujung soal Bali.

“Dengan gamblang sang presenter menyampaikan jika Bali itu tertular virus zika, banyak nyamuk demam berdarah, serta gelombang laut dan angin kencang. Juga ada ajakan yang agar warga Australia untuk tidak pergi ke Bali dalam beberapa bulan ke depan,”‎ papar Wayan Puspa seperti dikutip laman Liputan6.com.

Disebutkan, televisi yang dimaksud adalah Channel 9 Perth.”Tayangannya jelas sangat merugikan pariwisata Bali dan Indonesia pada umumnya. Siaran tersebut saya lihat secara langsung pada hari Selasa Malam 21 Juni 2016,” ungkapnya.

Dalam situasi seperti ini peran pemerintah harus tegas dan memberikan reaksi bantahan. “Kita tahu bulan Juni, Juli Agustus, Australia mengalami musim dingin. Itulah, banyak warganya yang pindah, mengungsi. Sampai saat ini tujuan paling favorit adalah Bali,” tambahnya sambil menambahkan dalam masa itu turis Australia menghabiskan uang antara Rp 50 – Rp 70 juta.

Dilanjutkan dengan pemberitaan negatif tentang Bali, ini menunjukkan Australia ingin agar warganya tidak keluar negeri dan menghabiskan uang di dalam negeri. “Jadi ini benar-benar trik siaran televisi Australia tersebut,” ujar Wayan Puspa.

Kendati begitu dirinya juga meminta supaya pemerintah melakukan protes yang rasional, memberikan kritik namun tidak menimbulkan kerugian.‎ “Kalau Bali dituding ada virus zika, maka tunjukan bahwa virus tersebut tidak berada di Bali. Kalau Bali dituding ada nyamuk demam berdarah maka tunjukkan bahwa Bali tidak ada demam berdarah,” kata dia.

Selain itu perlu ada upaya bahwa Bali harus zero crime, zero terorism dan sebagainya. “Bagaimana caranya, harus dijelaskan, dan buktikan,” sambungnya.

Seperti diberitakan Bisniswisata.co.id sebelumnya, Pengelola Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Bali, memasang alat pemindai suhu tubuh atau “thermoscanner” di terminal kedatangan internasional mengansitipasi masuknya virus zika. “Alat deteksi terpasang di terminal kedatangan internasional,” kata General Manajer PT Angkasa Pura I Bandar Udara Internasional Ngurah Rai, Trikora Harjo, ditemui usai mendampingi Menteri Perhubungan Iganisius Jonan meninjau kesiapan operasi Lebaran di bandara setempat di kawasan Kuta, Kabupaten Badung, Sabtu (25/6/2016).

Pihaknya telah bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan yang sudah menyiapkan pengaturan guna mengantisipasi masuknya penumpang yang membawa virus tersebut. Apabila ada penumpang internasional yang baru tiba menunjukkan tanda-tanda kesehatan yang tidak baik dari alat pendeteksi suhu tubuh itu maka petugas kesehatan akan mengarahkan penumpang tersebut ke ruangan khusus.

Namun hingga kini belum ada penumpang yang terindikasi atau digiring ke ruangan khusus karena indikasi penurunan suhu tubuh tersebut. “Pembatalan rute penerbangan internasional khususnya dari Australia, juga tidak ada laporan,” paparnya. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.