Indroyono: Program quickwins pariwisata bahas izin kapal cruise dan yacht

0
1153
Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo, melihat foto-foto kekayaan laut Indonesia di Balairung Soesilo Soedarman Kementrian Pariwisata. Putra dari mantan Menteri Pariwisata Pos dan Telekomunika Soesilo Soedarman ini bahas soal perizinan kapal cruise dan yacht

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Program prioritas (quickwins) pariwisata terutama penyerderhanaan perizinan kapal pesiar (cruise) dan kapal layar (yacht) ke Indonesia menjadi bahasan utama dari Rapat Kordinasi yang dipimpin Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo, hari ini di Balairung Soesilo Soedarman, Kementrian Pariwisata.

“Rapat kordinasi dengan Menteri Pariwisata Arief Yahya ini terkait dengan wisata bahari dan kemaritiman. Apa yang menjadi peluang, kendala, dan upaya pemecahan masalah di antaranya supaya luas laut Indonesia bisa menjadi playground bagi kapal pesiar dan yacht. Rapat membahas sejumlah agenda penting yang menjadi prioritas bidang pariwisata. ” ujar Indroyono Soesilo.

Sebelumnya Menko Kemaritiman Indroyono Soesilo juga menggelar rapat dengan Wakil Presiden Yusuf Kalla untuk membahas program prioritas di masing-masing kementerian teknis pariwisata; kelautan dan perikaman; energi dan sumber daya mineral, serta perhubungan.

“Prioritas di bidang pariwisata antara lain meningkatkan promosi agar pariwisata Indonesia lebih dikenal luas terutama dalam tiga hal berkaitan dengan culture (kebudayaan), nature tentang alam, dan dan hospitality,” kata Indroyono.

Sementara itu Menpar Arief Yahya dalam paparannya melaporkan kondisi pariwisata saat ini atau tahun 2014 secara makro bahwa kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional sebesar 4,2%, devisa yang dihasilkan mencapai Rp 120 triliun, dan penciptaan lapangan kerja sebanyak 8,7 juta orang.

Sedangkan kondisi mikro jumlah wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 9 juta wisman dan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 250 juta wisnus. Untuk daya saing, pariwisata Indonesia menurut WEF (World Economic Forum) berada di ranking 70 dunia.

Kondis ini dalam lima tahun ke depan atau 2019 akan ditingkatkan menjadi dua kali lipat. Kontribusi pariwisata terhadap PDB nasional akan menjadi 8% pada 2019, devisa yang dihasilkan sebesar Rp 240 triliun, serta menciptakan 13 juta lapangan kerja. Selain itu target kunjungan wisman akan menjadi 20 juta wisman dan wisnus naik menjadi 275 juta, serta daya saing pariwisata Indonesia akan meningkat berada di ranking 30 besar dunia.

Menpar menjelaskan lebih lanjut, nature dikembangkan dengan produk wisata bahari, wisata ekologi, dan wisata petualangan, sedangkan culture dikembangkan dalam wisata heritage dan religi; wisata kuliner dan belanja; dan wisata kota dan desa.

Untuk jenis wisata yang bisa menciptakan event seperti wisata MICE dan Event, wisata olahraga, dan wisata kawasan terpadu (integreted resort) . Kontribusi kunjungan wisatawan yang datang untuk wisata MICE (25%) dan wisata olah raga (5%).

Menurut data Pusdatin Kemenpar yang diambil dari hasil survey PES (passenger exit survey) 2013, ada lima besar produk wisata sebagai kontributor kunjungan wisman yakni; wisman yang melakukan wisata belanja dan kuliner (80%), wisata religi dan heritage (80%), wisata bahari (35%),

“Dengan semakin mudahnya aksesibilitas dan konektivitas ke depan kontribusi wisata bahari dalam menarik kunjungan wisman ke Indonesia akan meningkat,” kata Arief Yahya.

Melalui penyederhanaan perijinan kapal layar (yacht) yang diiimplementasikan dalam CAIT (Clearance Approval to Indonesian Territory) , izin masuk dan tinggal bagi kapal asing lewat online dan pelayanan  one stop service, misalnya, diharapkan jumlah kunjungan kapal yacht ke perairan Indonesia akan meningkat signifikan. Bila saat ini hanya sektiar 750 yacht menjadi 1.500 yacht.

Pada kesempatan itu Menpar Arief Yahya menyampaikan kendala yang dihadapi pariwisata Indonesia di antaranya infrastruktur pariwisata, infrastrutur ICT, aksesibilitas (conectivity, seat capacity dan direct flight) serta regulasi di antaranya masalah visa.

“Kita merencanakan jumlah fasilitas bebas visa kepada wisman akan kita tingkatkan. Saat ini Indonesia memberikan fasilitas bebas visa kepada 15 negara, sedangkan Thailand sebanyak 56 negara dan Malaysia sebanyak 164 negara,” kata Menpar Arief Yahya.

Terkait CAIT, Didien Junaedi, Sekjen Gabungan Pengusaha Wisata Bahari (Gahawisri( menyambut baik gebrakan rapat kordinasi dari Menko Perekonomian Indroyono Soesilo karena sejak tahun lalu Indonesia sudah mengumumkan pada dunia memiliki fasilitas CAIT.

“Tapi nyatanya, implementasi di lapangan sistem perizinan online ini belum bisa dipraktekan meskipun sudah dilakukan banyak pembahasan dan rapat kordinasi baik di daerah maupun tingkat pusat. Saya pihak yang banyak ditanya soal komitmen CAIT ini dari mancanegara tapi tak mampu berbuat apa-apa kecuali gemes karena peraturannya tidak jalan,” tegas Didien (hildasabri@yahoo.com).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.