Indonesia Promo Wisata Bahari di Jerman Boot Düsseldorf

0
858
Terumbu karang (Foto: scubamike.net/)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PARIWISATA Indonesia mempromosikan diri dalam ajang pasar bahari Jerman Boot Düsseldorf yang berlangsung sejak 23 Januari hingga 31 Januari 2016. Pameran internasional tersebut menampilkan berbagai kegiatan olahraga air seperti diving, surfing, yacht, cruise, dan fishing.

Khusus diving merupakan salah satu wisata yang paling diminati masyarakat Jerman yang berwisata ke Indonesia. Wisatawan Jerman umumnya telah mencoba berbagai tujuan wisata menyelam di berbagai penjuru dunia namun memilih kembali berkunjung ke Indonesia karena faktor keramah-tamahan, kekayaan budaya, dan kekayaan hayati (small unique ocean creatures) di Indonesia. Demikian keterangan yang dilansir Indonesia.travel, Selasa (23/01/2016).

Brand Wonderful Indonesia pada pameran tersebut mengenalkan lebih jauh kekayaan alam, seni dan kerajinan unik, musik, bermacam jenis kuliner, destinasi wisata, dan yang terpenting adalah keramahtamahan masyarakat dari beraneka ragam suku di setiap tujuan wisata. Keikutsertaan Indonesia dalam pameran ini secara strategis adalah untuk pencapaian target kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2016 sebesar 12 juta wisman.

Dua hari pameran sudah menarik 80.120 pengunjung yang memenuhi 17 ruang pameran. Pameran yang bertema “Experience 360° Water Sports” menghadirkan yacht mewah dan kapal motor serta kesempatan untuk mencoba diving, kitesurfing, wake-and skimboarding, berlayar, memancing, dan berkano.

Wisatawan asal Jerman ke Tanah Air dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, yaitu 2010 sebanyak 138.707; 2011 sebanyak 141.883; 2012 sebanyak 152.401; 2013 sebanyak 167.340; 2014 sebanyak 180.344; 2015 sebanyak 197.307; dan pada tahun ditargetkan sebanyak 225.000 wisatawan.

Pengembangan wisata bahari saat ini didasarkan pada potensi laut Indonesia memiliki porsi 35% dari jenis wisata yang akan dikembangkan pada 2015 sampai 2019. Saat ini wisata bahari Indonesia hanya menyumbangkan 10 persen dari kunjungan wisatawan maupun devisa. Jumlah tersebut, 60 persen mengunjungi pantai, 25 persen bermain di bentang laut, dan 15 persen wisata bawah laut.

Fokus pengembangan wisata bahari yakni pada destinasi pantai, diving dan surfing, yacht, cruise, serta kegiatan terkait laut dan masyarakat pesisir. Wisata bahari juga ditargetkan mampu menyumbangkan devisa hingga US$4 miliar pada 2019, naik empat kali lipat dari target tahun ini sebesar US$1 miliar miliar.

Kecenderungan pariwisata bahari terus meningkat saat ini dan itu termasuk kunjungan ke tujuan wisata bahari di Asia. Data kunjungan di destinasi wisata bahari unggulan di Indonesia pun menunjukkan peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir, diantaranya adalah: Taman Nasional Komodo (NTT) dengan jumlah kunjungan wisman meningkat sebesar 9,42 persen di 2013 dibanding 2011 (41.833 per tahun 2011 menjadi 45.776 per tahun 2013), Kepulauan Raja Ampat (Papua Barat) meningkat sebesar 56,48 persen di 2012 dibandingkan 2010 (3.858 per tahun 2010 menjadi 6.037 per tahun 2012)”. (*/i)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.