Indonesia Menjaring Kunjungan Wisatawan Jepang lewat Sales Mission Diving

0
1097
Penyelam di Karimunjawa ( repro: traveltoindonesia ).

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Indonesia aktif menggelar kegiatan sales mission diving untuk menjaring wisatawan mancanegara ke Indonesia. Setelah sukses melaksanakannya di Beijing pada September 2015 lalu  maka pada 8-9 Oktober 2015 kegiatan yang sama dilaksanakan di Jepang, kata , I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kementrian Pariwisata, hari ini.

“Kegiatan selling semacam ini merupakan salah satu cara Kemenpar merealisasikan target 529.000 kunjungan wisatawan Negeri Sakura. Target ini didukung fasilitas bebas visakunjungan bagi wisman Jepang yang diatur dalam PeraturanPresiden No.69 tahun 2015. Kemenpar menargetkan 10 juta kunjungan wisatawan mancanegara tahun 2015,”

Menurut Pitane, kegiatan Sales missionini akan diikuti tujuh perusahaan dari Indonesia sebagai penjual (seller) yang akan bertemu dengan para buyer ( industri pariwisata Jepang) dengan konsep table top meeting. Tujuannya adalah menciptakan interaksi yang diharapkan bisa menciptakan transaksi bisnis sehingga ke depan akan ada lebih banyak paket wisata selam yang dibeli oleh masyarakat Jepang.

Indonesia memiliki potensi wisata selam yang besar. Titik selam tersebar mulai dari Pulau Weh di ujung barat hingga Raja Ampat di ujung timur. Di antara keduanya, ada juga Kepulauan Banda, Bunaken, Wakatobi, Selat Lembeh, Pulau Alor, Togean, Gili Air, Pulau Komodo, dan Teluk Cendrawasih yang menawarkan keindahan bawah laut.

“Indonesia memiliki diving spot yang merupakan surga bagi para divers. Bahkan dunia mengakui Indonesia memiliki beberapa diving spot terbaik dunia, antara lain Raja Ampat, Pulau Komodo, Derawan, Togean, Wakatobi, Gili Air, dan Bunaken,” kata Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik, Vinsensius Jemadu.

Garis pantai Indonesia yang hampir 100.000 kilometer merupakan salah satu terpanjang di dunia. Ditambah daya tarik wisata diving Indonesia yang tidak ada habisnya, diyakini wisata bahari dapat menyumbang devisa 4 kali lipat dari jumlah saat ini. Kegiatan misi penjualan ini merupakan salah satu strategi utama pemasaran pariwisata Indonesia: Branding, Advertising, dan Selling (BAS) yang dicanangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Menurut situs perusahaan perjalanan pariwisata Jepang, Travelco, Bali masuk dalam daftar 10 destinasi wisata pilihan penduduk Jepang dan
Indonesia dijelaskan menempati peringkat kelima, di bawah Seoul (Korea), Guam, Taipei (Taiwan), dan Honolulu (Hawaii). Posisi Indonesia adalah yang tertinggi di antara kawasan Asia Tenggara, mengungguli Pulau Cebu (Filipina), Bangkok (Thailand), dan Singapura.

Adanya Kebijakan Bebas Visa Kunjungan bagi wisatawan Jepang yang telah diluncurkan sejak Juni lalu akan membuka lebih banyak peluang untuk mendulang devisa serta menaikkan pendapatan langsung masyarakat  dari  pariwisata. “Hal yang menarik adalah wisata bahari menyumbangkan 35% dari total aktivitas wisata di Indonesia. Menurut catatan, sebanyak 35% wisatawan Jepang melakukan aktivitas yang berhubungan dengan pantai.Menyelam termasuk di dalamnya,” jelasnya.( hildasabri@yahoo.com)

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.