Indonesia Incar Dompet Tebal Turis Lansia

0
870

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: INDONESIA yang beriklim tropis tidak diragukan lagi sangat menguntungkan sektor pariwisata nasional. Gugusan pantainya yang terpanjang di dunia dan keunikan budaya dan masyarakatnya menjadi magnet khusus bagi para wisatawan.

Tempat berlibur yang hangat memang menjadi incaran para turis, terutama yang berasal dari negara empat musim. Mereka bahkan bisa melancong hingga beberapa bulan ketika suhu di negeri mereka mulai dingin. Perilaku itu telah menjadi tren bagi turis lansia, khususnya dari Jepang dan Korea Selatan (Korsel).

Turis lansia umumnya berkantong tebal dan memerlukan perlakuan khusus. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani melihatnya sebagai peluang yang besar untuk menarik investasi.

Bahkan, saat ini sudah ada ketertarikan dari investor asing asal Jepang dan Korsel untuk membangun apartemen khusus bagi turis lansia tersebut. Namun, visa Indonesia yang hanya berlaku maksimal tiga bulan menjadi kendala.

“Mereka (wisatawan lansia) berlibur di Indonesia selama 6 bulan, tetapi, pada bulan ke-3 mereka keluar dulu ke Singapura dan kemudian masuk lagi hanya karena hal tersebut (kendala visa),” jelas Franky di Jakarta.

Tentu saja kondisi itu cukup merepotkan wisatawan lansia. Bila masa berlaku visa dapat diberikan untuk jangka waktu hingga enam bulan, Franky meyakini minat lansia Asia Timur untuk berlibur ke Indonesia makin tinggi. Di samping itu, akan ada banyak usaha di luar pariwisata yang bisa dikembangkan.

Sebut saja jasa perawatan yang diperlukan pelancong lansia selama beberapa beberapa bulan mereka berlibur. Industri akan semakin terpacu menyediakan perawat yang berkualitas karena standar yang ada di Korsel dan Jepang cukup tinggi.

Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal (BKPM) Azhar Lubis mengungkapkan kondisi warga lansia di Jepang berbeda jauh dengan lansia yang ada di Indonesia. Mereka hanya tinggal menikmati masa tua dengan dana jaminan hari tua yang besar, disertai asuransi kesehatan yang cukup.

“Adapun di Indonesia masih banyak yang tua itu menderita sebab tidak adanya jaminan hari tua dan masih adanya beban dari anak, cucu, bahkan hingga ke cicit, hingga tidak bisa bergerak,” tutur Azhar seperti dilansir laman Mediaindonesia.com, Jumat (05/06/2015).

Turis lansia berdompet tebal tidak hanya menjadi incaran Indonesia. Bila tidak bergerak cepat memfasilitasi mereka, hanya negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand yang mendapatkan berkahnya. Indonesia sekadar menonton. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.