Indonesia Berpotensi Jadi Destinasi Gastronomi

0
655

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Indonesia berpotensi besar menjadi destinasi gastronomi, yang memadukan unsur fisika, kimia serta seni dalam proses pengolahan makanan. Mengingat, Indonesia, memiliki ribuan kuliner yang mungkin bisa diteliti dan dijadikan bahan yang tepat untuk menjadi destinasi wisata Gastronomi.

“Gastronomi di Perancis dan Spanyol saat ini berkembang bagus, chefnya bukan hanya mengolah makanan, tetapi lebih dari itu mencari sumber makanan yang sehat. Nah, Indonesia sangat cocok menjadi kota gastronomi karena makanan di daerah-daerah sangat sehat, dan ini harus dikembangkan dan harus mendunia,” papar Pengajar gastronomi Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, Zayyini Nahdlah di Jakarta, Jumat (23/09/2016).

Dijelaskan, wisata gastronomi yakni pengalaman berwisata yang dibentuk oleh makanan dan keaslian budaya dan kearifan lokal yang memberikan keunikan story telling. Potensi wisata gastronomi di Indonesia sangat luar biasa, apalagi setiap daerahnya memiliki kuliner tersendiri.

Disisi lain, tambah dia, pengeluaran wisatawan nasional maupun mancenagara untuk kuliner dan belanja cukup besar mencapai 60 persen. sehingga potensi yang besar itu, harus digarap serius oleh setiap daerah.

Saat ini, yang serius mengembangkan wisata gastronomi adalah daerah Ubud di Bali. Sebagai daerah gastronomi tourism destination, dimana Bali dinilai sudah siap untuk mempromosikan Indonesia sebagai daerah destinasi Gastronomi di Indonesia.

“Kami berharap Ubud Bali bisa masuk jaringan gastronomi tourism destination dibawah UNWTO ditahun 2017. Ini perlu kerja keras, perlu dukungan semua pihak dan perlu publikasi yang kuat,” sarannya.

Untuk itu, Sekolah Tinggi Parwisata (STP) Trisakti menggelar Konfrensi dan Seminar Tourism Gastronomy Destination International Conference (TGDIC), yang akan digelar di Jakarta Convention Center (JCC), pada 14-15 November 2016.

“Melalui ajang konfrensi dan seminar ini diharapkan mampu membawa Indonesia masuk dalam jaringan jaringan destinasi wisata gastronomi di bawah UNWTO pada tahun 2017,” papar Zayyini Nahdlah yang selama ini paling getol memperjuangkan gastronomi agar lebih mendunia.

Dengan mengadakan konfrensi dan seminar tentang Gastronomy Tourism, diharapkan dapat memberikan masukan bagi industri gastronomi di Indoneia, melalui diskusi interaktif yang melibatkan stakeholer terkait, termasuk para pengusaha, ungkapnya. (endy)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.