Indonesia – Australia Sepakat Tingkatkan Kerjasama Pariwisata

0
1291

SYDNEY, bisniswisata.co.id: Pemerintah Indonesia dan Australia mempererat kerja sama bilateral. Usai bertemu dengan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull, kedua negara sepakat meningkatkan kerja sama di bidang pariwisata dan pendidikan.

Menurut Turnball, kerja sama dua bidang itu dapat memperkuat hubungan people to people contact. “Bali merupakan destinasi wisata nomor satu bagi Australia. Tahun lalu saja ada sekitar satu juta turis Australia berlibur ke Bali,” kata Turnbull dalam siaran pers yang diterima redaksi, Ahad (26/02/2017).

Sedangkan di bidang pendidikan, PM Turnbull menambahkan, Australia merupakan tujuan populer bagi pelajar Indonesia yang ingin bersekolah di luar negeri. Begitu juga sebaliknya, Indonesia jadi destinasi utama bagi anak muda Australia untuk belajar di bawah skema Colombo Plan.

Menanggapi kunjungan Presiden Jokowi, PM Turnbull menyatakan kehadiran Presiden Indonesia disambut hangat oleh masyarakat Australia. “Betapa hangatnya bapak diterima dan disambut oleh pejalan kaki, pelari di taman pagi tadi,” ucapnya. Menurut Turnbull, hal itu menunjukkan persahabatan antara kedua negara sangat dekat dan erat.

Lebih lanjut, kunjungan Presiden Joko Widodo, secara khusus ingin meningkatkan pengajaran bahasa Indonesia di Australia. Ia mengatakan saat ini ada tiga balai Bahasa Indonesia, yaitu di Perth, Canberra, dan Melbourne. Ke depan, kehadiran balai Bahasa Indonesia akan ditambah.

“Saya dengar ada 160 ribu pelajar Australia yang belajar Bahasa Indonesia,” kata Jokowi. Presiden Indonesia ketujuh itu menuturkan pertemuan bilateral dengan Australia merupakan bentuk komitmen yang tinggi untuk mempererat hubungan yang baik antar kedua negara.

Data Badan Pusat Statisti (BPS) menyebutkan sepanjang tahun 2016, kunjungan wisatawan asing ke Indonesia mencapai
11,52 juta wisman melalui 19 pintu utama. Dari jumlah itu, paling banyak berasal dari China sebanyak 1,43 juta kunjungan. Posisi kedua ditempati turis Singapura yang melakukan kunjungan ke Indonesia sebanyak 1,42 juta atau turun dari realisasi 2015 sebanyak 1,56 juta kunjungan.

Peringkat ketiga diduduki Australia dengan mencatatkan kunjungan wisman ke Indonesia 1,18 juta kunjungan turis pada tahun lalu. Sementara Malaysia dan Jepang di urutan keempat dan kelima, mengunjungi Indonesia dengan masing-masing 1,18 juta kunjungan dan 468,11 ribu kunjungan turis. (HMS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.