Indie Travel Mart Buka Wawasan Masyarakat Dalam Hal Tujuan Wisata Di Tanah Air

0
952
ITF 2015 gabungkan pameran wisata dan hiburan ( foto: Hilda Sabri Sulistyo)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kalangan anak muda Indonesia yang menjadi target Indie Travel Mart ( ITF) 2015 menunjukkan antusias dan minat besar untuk berwisata di tanah air. Hal ini membuat peserta ITF optimistis pergerakan wisatawan nusantara akan meningkat.

“Tidak percuma jauh-jauh datang dari Surabaya, selain pemilihan tempatnya yaitu Cilandak Town Square (Citos) memang tepat karena banyak di kunjungi anak-anak muda maupun keluarga Indonesia, event ini juga membuka wawasan bagi pengunjung banyak tempat yang patut di kunjungi,” kata Fery Pratama, tour operator ( TO) dan pemilik Travelista Tour, Surabaya, Sabtu lalu ( 14/11).

Berwisata sekarang sudah masuk dalam urutan kebutuhan utama bagi para profesional muda, oleh karena itu selama mengikuti pameran ITF dari 12-14 November 2015 sambutan pengunjung cukup antusias bahkan hari terakhir jumlah pengunjung membludak, kata Fery.

Menurut dia, paket wisata yang ditawarkan para memang bukan paket yang biasa dipromosikan oleh para biro perjalanan wisata pada umumnya. Fery membuat paket wisata khusus ke tujuan wisata yang disukai oleh para profesional muda dan dia dapat membuatkan paket sesuai keinginan konsumen.

Fery ( kiri) dan suasana Indie Travel Mart akhir pekan lalu di Citos, penuh hiburan dan ragam paket wisata ( foto: HSS)
Fery ( kiri) dan suasana Indie Travel Mart akhir pekan lalu di Citos, penuh hiburan dan ragam paket wisata ( foto: HSS)

“Paket-paket yang saya jual tidak termasuk penerbangan dari dan ke daerah asal konsumen jadi paket perjalanan lengkap termasuk hotel karena dalam hal tiket penerbangan orang Indonesia sudah membeli secara online di situs-situs penerbangan,”

Prinsipnya dia dapat membuat paket wisata sesuai permintaa pengunjung dan umumnya harga bukan hal yang sensitif karena para profesional muda yang suka berwisata tidak semua tipe backpacker.

Hal yang sama juga dikemukakan oleh Yanti, Toudani Trip Operator dari Wakatobi, Sulawesi Tenggara yang ikut pameran bersama teman-temannya menawarkan wisata ke Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, Biongko atau biasa disingkat menjadi Wakatobi.

“Pengunjung mall Citos ini baru paham bahwa Wakatobi punya lima pulau termasuk Hoga dan tempat menyelam yang indah dengan keunikan budaya. Mereka juga baru paham akses ke Wakatobi kini sangat mudah lewat jalur udara karena dari bandara Halualeo Kendari tinggal meneruskan ke bandara Matahora di Wakatobi,” ujar Yanti.

Selain menawarkan paket wisata ke Wakatobi, mejanya juga dipenuhi dengan cindramata terutama hasil tenun dari Sulawesi Tenggara sehingga dia dapat memperkenalkan pula beragam produk daerah asalnya. Yanti juga senang karena masyarakat Jakarta tertarik untuk datang ke Wakatobi yang kaya dengan keindahan taman-taman laut dan resort yang mendunia.

Di sudut lainnya, Oyan Kristian, Pemilik sekaligus Direktur Pemasaran PT Flores Komodo Tours juga sibuk memperkenalkan paket wisata yang dijualnya dengan menggandeng perusahaan penerbangan NAM air dan Sriwijaya Airlines.

Pengusaha muda yang memilih menjadi tour operator independent ini mengatakan bahwa pengunjung mall terutama kalangan anak muda dan keluarga banyak yang meminta informasi untuk mencapai tempat-tempat wisata utama seperti Pulau Komodo, Danau Kelimutu dan obyek wisata lainnya. Mereka juga terkejut karena di samping destinasi utama begitu banyak tempat-tempat menarik di sekitar Nusa Tenggara Timur.

“Pengunjung baru paham bahwa banyak sekali paket wisata yang ada dan pertanyaan umumnya seputar aksesibilitas yang utama, “ kata Oyan yang juga memamerkan hasil kain tenun dari Flores dan Komodo.

Pihaknya berharap kesempatan untuk pameran di mall-mall besar di Jakarta terbuka dan mendapat dukungan dari berbagai pihak sehingga peluang dia untuk berinteraksi langsung dengan anak-anak muda dan keluarga Indonesia agar cinta tanah air dapat dipermudah.

“Terus terang saya happy karena bisa mengedukasi masyarakat kita secara langsung dan di arena ITF ini banyak TO yang menjual daerah yang sama tapi tidak masalah,” kata Oyan.

Di stand Jalan-jalan terus, misalnya, paket Bacpaker Trip ke Komodo bahkan sudah teragenda tanggal keberangkatan. Begitu juga ada paket ke Rinjani, Pulau Weh, Karimunjawa hingga Morotai di Ternate. Sementara peserta lainnya siap menyasar wisata edukasi ke sekolah-sekolah lewat situs www.wisatasekolah.com dengan beragam paket seperti wisata dirgantara, edukasi rumah sakit, polisi satwa, kapal perang TNI dan lainnya.

Brahmantya Sakti, penggagas ITM yang juga pendiri TripTrus.com, online market place untuk wisata domestik di Indonesia mengatakan puas dengan terselenggaranya Indie Travel Mart ke dua ini dan berharap bisa terus berkelanjutan setiap tahun karena minat wisatawan Indonesia untuk berwisata di tanah air terhambat masalah akses informasi.

“Setelah mereka datang ke ITF dan tahu bahwa bisa ada ribuan paket yang disediakan oleh para TO di Indonesia maka mereka juga semangat untuk membawa anak-anak atau anggota keluarga lainnya berwisata ke daerah terpencil sekalipun,”

Pertanyaan seputar akses infrastruktur selalu mendominasi, bukan mengenai harga paket yang utama. Oleh karena itu pihaknya berharap untuk tahun depan para tour operator yang tergabung dalam koperasi Koperasi Wisata Mandiri Nusantara ini masih akan mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata Indoneaia melalui Kedeputian Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara. ([email protected])

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.