Ijin 6 Rute Penerbangan Dicabut

0
476
Ijin penerbangan dicabut (foto: aktual.com)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan mencabut enam rute penerbangan dari lima maskapai nasional. Keenam rute yang dicabut karena lima maskapai tidak melayani tujuh hari berturut-turut selama periode Januari-Mei 2016. Selain mencabut, Kementrian Perhubungan juga mengurangi sembilan frekuensi penerbangan untuk sejumlah rute di Tanah Air.

Enam rute penerbangan yang dicabut izinnya berdasarkan data Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub, antara lain PT Travel Express (rute Manado-Sorong), PT Tri MG Intra Airlines (Balikpapan-Halim), PT Kalstar Aviation (Balikpapan-Samarinda, Balikpapan-Pontianak), PT Sriwijaya Airlines (Jakarta-Pekanbaru) dan PT Nam Air (Jakarta-Pontianak).

Sementara rute yang frekuensi penerbangannya dikurangi yakni, PT Trigana Air Services (rute Jayapura-Oksibil sebanyak 28 frekuensi), PT Asi Pudjiastuti/Susi Air (Atambua-Kupang satu frekuensi), PT Citilink Indonesia (Jakarta-Pangkal Pinang tujuh frekuensi, Lombok Surabaya tujuh frekuensi)

Selain itu, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Denpasar-Surabaya tujuh frekuensi, Ende-Kupang enam frekuensi), PT Sriwijaya Airlines (Makassar-Gorontalo tujuh frekuensi, Makassar-Kendari tujuh frekuensi dan Makassar-Sorong tujuh frekuensi).

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pamurahardjo menyebutkan pencabutan tersebut dikarenakan maskapai tidak melaksanakan pelayanan sesuai ketentuan “Jika suatu rute tidak dilayani selama tujuh hari berturut-turut maka rute atau frekuensi tersebut akan dicabut,” kata Hemi, Senin (23/5/2016).

Pencabutan rute meliputi semua frekuensi yang dilayani dalam rute tersebut, kalau hanya pengurangan frekuensi, tidak termasuk untuk frekuensi yang dilayani sesuai ketentuan. “Dengan demikian terdapat enam pencabutan izin rute dan sembilan pengurangan frekuensi,” ujar Hemi. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.