Ijen Jadi Cagar Biosfer Dunia, Amunisi Baru Wisata Banyuwangi

0
1017
Kawah Ijen (foto: banyuwangiadventure.wordpress.com)

BANYUWANGI, test.test.bisniswisata.co.id: UNESCO menetapkan Gunung Ijen serta Taman Nasional (TN) Alas Purwo Banyuwangi sebagai Cagar Biosfer. Penetapan pada sidang International Coordinating Council (ICC) Program MAB (Man and The Biosphere) UNESCO di Kota Lima, Peru, pada 18-20 Maret 2016.

“Penetapan ini laksana amunisi baru untuk mempromosikan pariwisata Banyuwangi. Ini menjadi tema promosi baru, objek baru, destinasi baru, yang bisa diolah dengan sentuhan baru, untuk mendapatkan wisatawan baru,” papar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi test.test.bisniswisata.co.id di Jakarta, Ahad (27/03/2016).

Dilanjutkan, pamor Gunung Ijen dan Taman Nasional Alas Purwo sebenarnya destiasi lama. Hanya saja belum muncul di permukaan, belum banyak dipromosikan di level dunia.

Kini, dua destinasi itu bisa diproyeksikan menjadi destinasi baru yang digarap dengan cara pandang baru. Levelnya menanjak oleh status baru tersebut. Apalagi, Cagar Biosfer adalah situs yang ditunjuk oleh berbagai negara melalui kerja sama program MAB-UNESCO untuk mempromosikan konservasi keanekaragaman hayati dan pembangunan berkelanjutan.

Konsep cagar biosfer digagas UNESCO sejak 1971 dan hingga saat ini jumlahnya mencapai 669 kawasan di 120 negara di dunia. “Saya senang. Informasi ini akan semakin mendongkrak potensi pariwisata di Banyuwangi. Saya sudah dapat info tersebut termasuk foto penetapan yang dikirim langsung ke saya dari Peru,” tutur Bupati.

Kabupaten Banyuwangi ditetapkan sebagai kabupaten pariwisata. Leading sectornya adalah pariwisata. Semua harus menginduk dan menyesuaikan dengan kepentingan pariwisata. “Kini kami dapat status baru, itu sama juga dengan mendapat value baru berstandar dunia,” ungkapnya.

Penetapan itu memang sangat masuk akal. Maklum, Kawah Ijen merupakan sebuah kawah terasam di dunia. Memiliki dinding kaldera setinggi 300-500 meter, dengan luasan 5.466 hektar. Untuk ukuran kawahnya sendiri kurang lebih 20 km.

Objek wisata Kawah Ijen kembali menyuguhkan keindahan yang fantastis. Dari cairan belerang yang mengalir tiada henti di bawah kawah menimbulkan pancaran api berwarna biru (blue fire). Fenomena ini hanya ada dua di Dunia. Yang pertama di Islandia dan yang kedua ada di Kawah Ijen, Indonesia.

Alas Purwo pun tak kalah wow-nya. Selain punya hutan rimba yang luas, Alas Purwo juga punya Pantai Plengkung yang memiliki ombak cukup besar. Banyak turis asing yang berkunjung ke sini untuk surfing.

“Program Cagar Biosfer ini sejalan dengan komitmen kami dalam mengusung konsep pengembangan wisata yang menyuguhkan keindahan lingkungan. Ini juga akan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” papar Bupati Anas.

Cagar Biosfer yang ditetapkan UNESCO tadi meliputi kawasan seluas 678.947,36 Ha. Semua terbagi ke dalam 3 zona. Ada area inti seluas 127.855,62 Ha yang mencakup tiga Taman Nasional; Alas Purwo, TN Baluran, dan TN Meru Betiri. Ada juga zona Cagar Alam Kawah Ijen dengan kawasan penyangga seluas 230.277,4 Ha. Satu lainnya zona transisi seluas 320.814.34 Ha. (redaksibiniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.