IBL Gagas Kemitraan untuk Memberantas Kemiskinan Lewat Forum AFIRB

0
519

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Indonesia Business Links ( IBL) menyelenggarakan Forum Aksi untuk Bisnis yang Bertanggungjawab’ (Action Forum for Indonesia Responsible Business/AFIRB). Kegiatan ini tujuan utama mempromosikan praktik-praktik bisnis yang beretika di Indonesia, kata Chairman IBL, Heru Prasetyo hari ini.

.“Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan komitmen etis dan moral kalangan bisnis dan dunia usaha terhadap keseimbangan antara eksploitasi ekonomi, kesejahteraan sosial dan kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Itulah sebabnya kegiatan AFIRB ini diharapkan dapat membangun aksi dan tindakan nyata, memahami urgensi dan tantangan dalam pendekatan antargenerasi, serta memastikan bahwa upaya mencapai kesejahteraan tidak hilang karena korupsi dan bencana.

Heru mengatakan bahwa forum aksi ini menjadi ajang untuk menunjukkan bukti positif bahwa CSR adalah tentang nilai/manfaat bersama dan CSR bukan aktivitas derma. “Kemitraan untuk tujuan pembangunan perlu ditingkatkan di antara sektor bisnis, pemerintah dan masyarakat sipil. Kita harus melangkah dari dialog menuju tindakan nyata, terutama dalam isu transparasi, kesiapan menghadapi bencana dan pemberdayaan generasi muda.

Terinspirasi oleh keyakinan kolektif bahwa kemitraan multi pihak merupakan prasyarat dalam memberantas kemiskinan, Indonesia Business Links (IBL), yang telah bergiat dalam advokasi good corporate citizenship (penerapan bisnis yang beretika dan berwawasan keberlanjutan) sejak 1998, menginisiasi upaya kolaboratif bersama Pemerintah Indonesia, jejaring CSR di ASEAN, LSM dan korporasi.

“Indonesia Business Links ( IBL) hingga saat ini, kegiatannya telah berkembang luas meliputi advokasi, penguatan CSR, pemberian pemahaman dan dorongan kepada multi sektor untuk berkolaborasi melalui inisiatif Public Private Partnership,” jelas Heru.

Advokasi IBL telah membantu ribuan eksekutif perusahaan di Indonesia untuk memahami secara lebih baik mengenai CSR, serta bagaimana mengukur kesuksesan yang melampaui pencapaian keuntungan ekonomi semata. Selain itu, IBL menjadi mitra aksi/implementasi program-program CSR, utamanya pemberdayaan pemuda untuk kesiapaan kerja dan kewirausahaan.

Lily Widjaja, Direktur Konferensi, mengatakan, AFIRB terselenggara atas kerja sama IBL dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) yang merupakan bagian dari Kantor Wakil Presiden, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, ASEAN CSR Network, Accenture, Citi Peka dan Citi Foundation, serta Platform Nasional – Pengurangan Risiko Bencana (Planas PRB).

Selama dua hari (17-18 Desember 2015), diskusi melalui ‘Forum Aksi untuk Bisnis yang Bertanggungjawab’ (Action Forum for Indonesia Responsible Business/AFIRB) akan digelar di Balai Kartini Expo & Convention Center, Jakarta. Tema yang diangkat adalah “Kemitraan untuk Memberantas Kemiskinan”.

Forum ini menciptakan ruang berbagi tentang bagaimana membangun aksi dan tindakan nyata, memahami urgensi dan tantangan dalam pendekatan antargenerasi, serta memastikan bahwa upaya mencapai kesejahteraan tidak hilang karena korupsi dan bencana.

 Acara yang diperkirakan akan dihadiri oleh 300 peserta tersebut akan menghadirkan sekitar 40 pembicara yang mewakili para pemangku kepentingan.Forum ini juga didukung oleh perusahaan dan lembaga yang menyadari pentingnya CSR dan telah mengimplementasikannya dalam strategi bisnis mereka, antara lain Asia Pacific Alliance, PT Freeport Indonesia, UK Foreign & Commonwealth Office, Bank Mandiri dan Unilever, kata Lily Widjaja. (*)

 

 

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.