I Gede Ardika: Wisata Budaya, Jangan cuma Orientasi Ekonomi

0
1023
I Gede Ardika

JAKARTA, bisniswisata.co.id: Wisata budaya Indonesia memang luar biasa, sangat kaya dan beragam. Apalagi setiap daerah memiliki identitas kebudayaan masing-masing. Kekayaan budaya ini menjadi sumber inspirasi sekaligus memperkuat jati diri bangsa Indonesia.

“Pariwisata kita basisnya ya budaya. Budaya bukan hanya tari menari atau pertunjukan saja. Tapi juga tata nilai dasar yang menjadi falsafah hidup Indonesia. Tata nilai itu yang menjadi inti, ini yang harus tetap dijaga,” papar I Gede Ardika, mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada Kabinet Gotong Royong dalam smeinar nasional Pariwisata Budaya di Jakarta, belum lama ini.

Selain itu, lanjut Ardika, aspek pembangunan kepariwisataan, termasuk wisata budaya harus mengacu kepada “Tri Hita Karana” yakni bagaimana pembangunan agar selaras dengan kehidupan, antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam dan manusia dengan Sang Pencipta.

“Secara tersirat Indonesia mempunyai local wisdom. Dari dulu kita sudah punya kearifan lokal dalam pembangunan berkelanjutan. Jadi Tri Hita Karana bukan hanya spesifik di Bali saja tapi kita Indonesia sudah mengenal local wisdom,” lontar pria kelahiran singaraja 15 Februari 1945.

Karenanya, identitas budaya masing-masing daerah perlu dijaga. Juga harus didorong adanya interaksi, baik asimiliasi dan akulturasi antardaerah supaya meng-Indonesia. Puncak budaya adalah Indonesia, ungkap Ketua Badan Pelestarian Pusaka Indonesia.

Penerima penghargaan dan bintang jasa Satya Lencana Karya Satya (XX) 1997 dan Satya Lencana Pembangunan 1999, kurang setuju jika wisata budaya hanya berorientasi ekonomi. “Wisata budaya itu bukan semata-mata untuk ekonomi. Tapi yang utama adalah jiwa semangat merah putih, Bhenika Tunggal Ika juga menjaga ketahanan nasional,” lontarnya.

I Gede Ardika juga tidak setuju dan pesimis jika budaya Indonesia sedikit mulai luntur akibat pengaruh budaya luar. Sejarah membuktikan berabad-abad budaya kita memiliki kemampuan untuk memilih dan menyerap serta mengolah sebagai identitas lokal.

Dalam tahap berproses ini, lanjut dia, sempat ada kekhawatiran budaya Indonesia sudah mulai kebaratan-baratan (pengaruh budaya Barat), namun hal itu bisa dicerna oleh bangsa Indonesia dengan kembali melihat identitas budayanya masing-masing.

Ditambahkan, berbicara mengenai pelestarian budaya secara nasional cukup panjang, karena banyak yang harus dilakukan bangsa ini. Salah satu hal sederhana yang harus dilakukan setiap warga Indonesia, menjaga identitas budayanya masing-masing agar tidak luntur seiring perkembangan zaman. (endy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here