I Gde Pitana: Gencarkan Promosi Produk Kemasan Gerhana Matahari Total 2016

0
779
Matahari Total pada 9 Maret 2016 melintasi 11 kota di Indonesia bagian Barat maupun Timur. (foto: Lapan)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kementrian Pariwisata siap mempromosikan produk-produk wisata yang dikemas untuk menjaring wisatawan mancanegara ke Indonesia seperti paket wisata untuk menikmati gerhana matahari di wilayah Indonesia, kata I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, Kementrian Pariwisata, hari ini.

“Gerhana matahari total 9 Maret 2016 misalnya hanya Indonesia satu-satunya negara yang dilintasi bayangan tersebut. Apakah kalangan swasta sudah menyiapkan paket-paket wisatanya untuk menjaring wisman menonton dan melakukan observasi langsung di wilayah yang dilalui ?,” ungkapnya.

Tak hanya dinanti masyarakat Tanah Air, fenomena gerhana matahari total juga menjadi pusat perhatian masyarakat Internasional. Gerhana matahari terjadi ketika bulan berada di antara matahari dan bumi sehingga bayang-bayang bulan akan jatuh ke permukaan bumi. Daerah yang dilewati bayang-bayang itu akan mengalami gerhana.

Daerah di Indonesia yang akan dilintasi bayangan itu terdiri dari 10 provinsi, mulai dari bagian Indonesia barat hingga timur mulai dari Bengkulu, Palembang, Bangka Belitung, Sampit, Palangkaraya,Balikpapan, Palu, Poso, Luwuk, Ternate dan Halmahera.

‘Berwisata itu intinya adalah menjalani suatu pengalaman jadi kalau ada pelaku pariwisata yang kreatif misalnya dan mengemas gerhana matahari itu serta meramunya dari sisi cerita rakyat (folklorist) yang hidup ditengah masyarakat maka akan menjadi suatu produk yang menarik,” kata I Gde Pitana.

Dia yakin sudah banyak komunitas astronomi dan berbagai komunitas ilmuwan lainnya yang telah berinisiatif membuat trip ke daerah-daerah di Indonesia bagian Barat maupun Timur yang dilalui bayangan penuh gerhana matahari itu.

Saat gempa terjadi sekitar pukul 7.30 pagi hari di sebagian wilayah Nusantara akan berubah gelap bak malam purnama meski hanya dalam hitungan sekitar dua menit. Namun kota-kota besar lain di Indonesia tetap dapat mengamati gerhana namun bukan gerhana total.

Keadaan langit yang tidak kebagian gerhana total juga tidak akan terlalu gelap, bahkan justru tidak terasa sedang terjadi gerhana. Kondisi ini bisa di nikmati di Padang (95,43 persen), Bandung (88,76 persen), Denpasar (76,53 persen), Kupang (65,49 persen), Surabaya (83,08 persen), Banjarmasin (98 persen), Manado (96,66 persen), Jakarta (88,76 persen), Pontianak (92,96 persen), Makassar (88,54 persen), serta Ambon (86,90 persen).

Dalam memanfaatkan momen langka ini, I Gde Pitana mengatakan pihaknya akan mempromosikannya di Asean Tourism Forum 2016 di Manila, 18-20 Januari 2016, mulai minggu depan.“Saya membayangkan saat itu para wisman berada di atas kapal Pelni yang berlayar di laut Palu. Mereka menginap di kapal dan setelah menyaksikan gerhana diperkenalkan dengan keindahan alam bawah laut dan potensi wisata di sana,” ungkapnya.

Situs Kementrian Pariwisata, Indonesia.travel mengungkapkan bahwa menjelang Gerhana Matahari Total (GMT) 2016, Pemerintah Kota Palu juga melakukan berbagai persiapan seperti pembenahan infrastruktur, penambahan kamar, perbaikan transportasi dan keamanan serta mengadakan festival dan Sail Tomini 2015 untuk mempromosikan gerhana matahari total ini melalui event di samping melakukan pengecekan ke The National Aeronautics and Space Administration (NASA), AS. untuk akurasi Palu sebagai kota lintasan.

Selain Palu, kota lain di Sulawesi Tengah yang akan dilewati adalah Gumbasa di Kabupaten Sigi. Biro-biro perjalanan wisata mengemas paket tur ke Gumbasa lengkap dengan wisata bahari (hildasabri@yahoo.com).

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.