Hunian Hotel Berbintang di Medan Rendah

0
1048

MEDAN, test.test.bisniswisata.co.id: TINGKAT hunian kamar hotel berbintang di Kota Medan pascalebaran masih sepi, di posisi kisaran 50 persen atau hanya naik sedikit dibandingkan Ramadan yang hanya sekitar 40-50 persen.

“Okupansi atau tingkat hunian diperkirakan baru akan naik pada Agustus,” kata Public Relation Manager Hotel Santika Premiere Dyandra Hotel and Convention Medan, Gledy Simanjuntak, di Medan, Rabu (29/7).

Masih rendahnya tingkat hunian hotel itu antara lain dipicu krisis ekonomi yang masih berlanjut sehingga banyak perusahaan juga mengurangi anggaran kegiatan. Ditambah lagi dengan adanya bulan suci Ramadan yang juga berdampak pada pengurangan kegiatan di hotel.

“Tetapi manajemen terus berupaya meningkatkan pesanan kamar. Target manajemen hingga Agustus, okupansi bisa mencapai 75 persen,” katanya.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumut, Denny S Wardhana, mengaku, sudah meminta pemerintah untuk membuat kebijakan membatasi pembangunan hotel untuk sementara mengingat jumlahnya dinilai terlalu banyak dibandingkan tamu.

“PHRI menilai perlu pembatasan kamar hotel karena sudah tidak seimbang dengan jumlah tamu yang akhirnya menimbulkan persaingan tidak sehat,” katanya sambil menambahkan tidak merinci berapa total jumlah hotel dan tamu di Sumut.

Tetapi, ketidakseimbangan antara keduanya semakin jelas apalagi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara setiap tahun tidak tumbuh secara signifikan. Akibatnya, kata dia, rata-rata manajemen hotel sering melakukan “banting harga” kamar untuk menggenjot tingkat hunian hotelnya.

Harga bintang lima misalnya dijual dengan harga bintang empat dan seterusnya bintang empat dijual seperti harga bintang tiga. “Kalau banting tarif itu terus dibiarkan, maka bisnis hotel akan semakin tidak sehat,” katanya seperti dikutip Antaranews.

Dewasa ini, akibat tamu sedikit dan jumlah hotel sebaliknya cukup banyak, hunian hotel di Sumut paling tinggi rata-rata 60 persen.

Ia menyebutkan, adanya rencana kebijakan pemerintah bahwa di tahun 2016 izin hotel berbintang dikeluarkan Lembaga Sertifikasi Usaha diharapkan bisa semakin memajukan industri hotel di dalam negeri. Alasan Deny, sertifikasi memang diperlukan untuk menumbuhkan hotel yang sehat. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.