Hujan Turun, Kunjungan Wisatawan di Kepulauan Seribu Turun

0
557
Pulau Onrust di Kepualauan Seribu

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: SEPANJANG Januari 2016, jumlah kunjungan wisatawan lokal, nasional dan internasional ke sejumlah pulau permukiman di Kepulauan Seribu, terpuruk. Turunnya jumlah wisatawan ini, akibat cuaca buruk disertai gelombang tinggi melanda wilayah perairan ini sejak awal Desember 2015. Juga, kini hujan turun yang berdampak penurunan wisatawan.

“Terutama selama dua minggu terakhir ini, penurunan cukup signifikan. Hal itu disebabkan cuaca buruk dan gelombang tinggi,” kata Joni Budi, Kepala Pelabuhan Kali Adem, Unit Pelayanan Angkutan Perairan dan Kepelabuhanan (UP APK), Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta, Selasa (1/3).

Joni mengungkapkan, hari ini penumpang kapal ojek dari Pelabuhan Kali Adem ke Kepulauan Seribu, hanya sekitar 300 orang. “Sebelumnya bisa mencapai 1.000-3.000 orang. Apalagi kalau hari libur bisa sampai 1 jutaan penumpang,” tandasnya.

Ketua Asosiasi Pelaku Jasa Wisata Pulau Seribu, Micky Musleh mengakui hujan dan banjir yang melanda Jakarta dan sekitarnya berdampak penurunan wisatawan ke Pulau Seribu. Selain itu, tingginya ombak dan cuaca buruk juga menghantui para pemilik kapal fery (Ojek) untuk beroperasi sehingga mereka tidak ada satupun yang berani melaut.

Ketua Asosiasi Pelaku Jasa Wisata Pulau Seribu, Micky Musleh, mengakui sejak awal Januari 2015 kunjungan wisatawan ke Pulau Seribu terus menun sampai 80 persen. Akibatnya penyedia jasa wisata seperti agent travel, penginapan, penyewaan alat snorkling dan ketering sempat kelimpungan.

“Jika cuaca baik setiap akhir pekan kunjungan wiasata yang berlibur bisa menjapai 10 ribu lebih. Tapi pada musim seperti sekarang ini lokasi wisata pemukiman yang selama ini menjadi primadona wisatawan seperti Pulau Pramuka, Pulau Pari, Pulau Tidung dan Pulau Harapan terlihat sangat sepi,” ungkap Micky.

Ditambahkan, penurunan wisatawan ke Kepulauan Seribu ini selain dikarenakan banjir yang melanda Ibukota juga adanya gelombang tinggi, sehingga menjadi hambatan bagi sejumlah para pemilik kapal fery (ojek) untuk melayani rute pelabuhan Muara Angke Jakarta Utara.

Walik Bupati Kepulauan Seribu, Budi Utomo, mengakui kalau saat ini gelombang air laut masih tinggi, sehingga wisatawan tidak memaksakan untuk berlibur. Hal itu perlu dilakukan karena demi keselamatan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.

“Tunggu sampai cuaca baik, selain saya minta kepada pemilik kapal ojek dan pelaku jasa wisata berkejasama dengan semua pihak terkait kondisi cuaca yang berubah-ubah, sehingga tidak mamaksakan berlayar ketika kondisi cuaca buruk,”ungkap Budi Wibowo. (*/e)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.