Hotel Sekitar Kebun Raya Bogor Dituding Penyebab Pohon Tumbang

0
1281

BOGOR, test.test.bisniswisata.co.id: Hujan lebat diiringi tiupan angin yang kencang di Bogor Jawa Barat, sejak Minggu (30/11/2014) hingga Selasa (2/12/2014) menyebabkan sedikitnya 14 tanaman koleksi dan 4 tanaman non-koleksi tumbang. Tumbangnya pohon itu, semua berada di area Kebun Raya Bogor. Bahkan, beberapa pohon di lingkungan Istana Kepresidenan Bogor yang bersebelahan dengan Kebun Raya Bogor tak sedikit juga bertumbangan.

Tempat wisata dan rekreasi alami ini, terpaksa ditutup sementara. Tujuannya untuk menghindari hal-hal yang tidak
diinginkan menimpa wisatawan yang berwisata di Kebun Raya Bogor. Untungnya kejadian tumbangnya pohon ini masih sedikit dibandingkan tahun 2006 yang mencapai 200 pohon tumbang akibat hujan dan angin kencang.

“Kami terpaksa tutup sementara untuk wisatawan yang datang umum karena belasan pohon tumbang Senin (1/12) lalu, Selasa hari ini Kebun Raya Bogor kembali dibuka untuk umum,” papar Kepala Pusat Konservasi Tumbuhan (PKT) KRB LIPI, Didik Widyatmoko dalam keterangannya di Bogor, Selasa (2/2014).

Didik mengungkapkan selain karena kondisi angin selama tiga hari terakhir cukup kencang, juga disebabkan tumbuhan di Kebun Raya Bogor usianya diatas 50 tahun, yang harus berebut air tanah dengan bermunculannya bangunan hotel di sekeliling hutan tengah kota Bogor.

“Pohon tumbang bisa disebabkan, akar atau batang yang keropos, sehingga pohon tidak kuat ketika tertiup angin langsung roboh. Pohon tidak sehat, disebabkan minimnya ketersediaan air tanah yang cukup,” ungkapnya.

Didik menilai banyaknya bangunan seperti hotel, restoran dan mall disekitar Kebon Raya Bogor mengganggu kelangsungan ekosistem karena harus berebut air tanah dengan bangunan. “Terutama hotel atau restoran, dan mall banyak sekali menggunakan air bawah tanah. Kita harap Pemkot ada tindakan khusus terkait penggunaan air bawah tanah ini, agar air dalam tanah di kota Bogor tetap terjaga,” jelasnya.

Kebun Raya Bogor yang berdiri sejak pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis ini, memiliki luas 87 hektar. Saat ini mempunyai 33.096 koleksi pohon dan tumbuhan dari 4.297 spesies dan diantaranya 1.817 merupakan tanaman langka.

Wisatawan asing, selain menikmati keindahan alam di Kebun Raya Bogor, mereka juga mencari tahu asal muasal serta nama tanaman yang terdapat di kebun peninggalan Belanda tersebut. Momen kunjungan pelancong asing bertepatan dengan musim libur di wilayah Eropa, yakni Juni-Juli-Agustus, jadi banyak wisatawan asing yang sebagian besar dari Belanda, Eropa, Amerika Serikat, Jepang yang datang berkunjung.

Sementara itu, wisatawan domestik sebagian besar datang bersama keluarga, menghabiskan waktu dengan berkumpul bersama menikmati suasana alam sambil makan bersama di tengah rerumputan atau di bawah rindangnya pepohonan.
(redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here