Hotel Sahid Ke-26, Ramaikan Bisnis Perhotelan di Bogor

0
638
hotel

BOGOR, Bisniswisata.co.id: Sahid Hotels & Resorts segera mengelola hotel ke-26, dengan lebel Sahid Hotels & Resorts Bogor. Sahid Groups terus melakukan pegembangan sayap bisnis perhotelan, yang tersebar di 19 kota besar Indonesia dan baru-baru ini membuka hotel baru di Wakatobi, Maumere, dan Banyuwangi.

“Tahun depan kami masih akan membuka beberapa hotel baru di BSD Serpong,Pangandaran, Bandung, dan Bangka,” kata Wakil Direktur Utama Sahid Hotels & Resorts Exactly Suryantoro Sukamdani nya dalam acara pemancangan tidang perdana Sahid ASN Hotel Convention & Resort Bogor, Selasa (12/9/2017).

Kota Bogor dibidik karena merupakan salah satu destinasi wisata sekaligus bisnis yang potensial. Sahid ASN Hotel Convention & Resort Bogor dibangun di lahan seluas 2 hektarea. Hotel kelas bintang empat ini akan terdiri atas 135 kamar dan 12 cottage.

Fasilitas yang dilengkapi adalah kolam renang probadi, balai ria (ballroom) besar, laguna, spa & dan pusat kebugaran, taman bermain anak-anak, sky lounge, dan sky lobby.

Perusahaan menargetkan konsumen dari properti yang dibangunnya itu adalah masyarakat di sekitar Bogor dan Jakarta yang menginginkan kenyamanan di tengah kota.

Berdasarkan laporan keuangan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk. yang dipublikasikan pada tahun pertama 2017, tercatat terjadi peningkatan laba bersih 312%, dari Rp150 juta pada 2015 menjadi Rp618 juta pada 2016. Emiten dengan kode saham SHID ini mencatatkan pendapatan usaha Rp160,98 miliar, meningkat tipis dari 2015 yang tercatat Rp155,6 miliar.

Meski begitu, beban usaha perseroan meningkat 5% dari Rp118,99 miliar pada 2015 menjadi Rp124,93 miliar tahun lalu. Alhasil, laba usaha perseroan hanya Rp1 miliar, anjlok 53,7% dibandingkan 2015 yang senilai Rp2,25 miliar.

Lonjakan terhadap laba bersih terutama disebabkan karena berkurangnya beban pajak perseroan, dari semula Rp1,9 miliar menjadi hanya Rp281 juta. Alhasil, laba tahun berjalan 2016 tercatat Rp763 juta, dibandingkan 2015 Rp350 miliar.

Dari nilai tersebut, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk tercatat Rp618 juta, padahal pada 2015 hanya Rp150 juta.

Akan tetapi, perolehan pendapatan komprehensif lain perseroan tahun ini tidak sebesar tahun lalu. Tahun lalu, SHID membukukan laba komprehensif tahun berhalan hanya Rp202,37 juta, padahal pada 2015 mencapai Rp5,46 miliar. Sebagai catatan, pada semester pertama 2016, perseroan masih membukukan rugi bersih Rp4,59 miliar. (*/BIO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.