Hotel di Guangzhou Tolak Tamu Lima Negara Muslim

0
538
Sebuah hotel di Guangzhou China

BEIJING, test.test.bisniswisata.co.id: Polisi Tiongkok memerintahkan sejumlah hotel kelas rendah di kota besar Cina, Guangzhou, menolak tamu dari lima negara berpenduduk sebagian besar Muslim, yakni Pakistan, Suriah, Irak, Turki, dan Afghanistan.

Tiga hotel dengan biaya kamar 150 yuan (sekitar Rp 230 ribu) semalam mengaku menerima perintah polisi sejak awal Maret 2016. “Saya belum mengetahui alasannya. Kami hanya diperintahkan tidak boleh menerima tamu dari lima negara itu,” kata pekerja hotel lewat telepon.

Perintah itu tampaknya hanya berlaku untuk hotel murah. Kelima negara tersebut banyak diserang teroris dalam beberapa tahun belakangan, bahkan Suriah, Irak, dan Afghanistan dilanda perang dengan pegaris keras.

Dua hotel papan atas jufa mengaku mendapat perintah untuk menolak tamu dari kelima negara tersebut. Guangzhou adalah ibu kota Provinsi Guangdong, rumah sejumlah warga asing, yang sebagian besar pedagang dari Afrika. Cina memiliki populasi muslimnya sendiri, sebagian besar tinggal di Xinjiang.

Koran South China Post di Hong Kong melaporkan, Sabtu (27/08/2018), perintah tersebut adalah pengamanan terhadap acara, yang akan diadakan di Guangzhou pada pekan ini, berikut Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Hangzhou, walaupun kedua kota itu terpisah seribu kilometer.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lu Kang mengaku tak mengetahui perintah semacam itu diberlakukan di Guangzhou. “Saya tak pernah mendengar kebijakan itu diterapkan di Cina. Sejauh ini, Cina mendorong rakyatnya agar berhubungan baik dengan warga negara lain. Kami pun berupaya membuat kebijakan yang memungkinkan hal itu terwujud,” kata Lu dalam jumpa pers harian.

Petugas pemerintah Kota Guangzhou dan kepolisian setempat belum dapat dihubungi untuk dimintai keterangan. Kementerian Luar Negeri China menyatakan tidak pernah mendengar kebijakan semacam itu. (*/SCS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.