Hotel Bintang di Bali Dituntut Hak Siar Piala Dunia 2014

0
489

DENPASAR, test.test.bisniswisata.co.id: Sejumlah hotel berbintang di Bali resah, bimbang dikarenakan mendapatkan tuntutan dari pihak yang mengaku pemegang lisensi resmi siaran Piala Dunia 2014. Apalagi, satu hotel berbintang dinyatakan kalah oleh pengadilan niaga di Surabaya dan wajib bayar denda totalnya Rp2,5 miliar, karena dinilai melanggar kesepakatan.

‎”Prinsip kami, disebut melanggar kalau ada pengingkaran kesepakatan. Namun, anggota kami tidak pernah melakukan kesepakatan B to B,” jelas Ketua PHRI Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati seperti dilansir laman bisnis.com, Ahad (19/06/2016).

Pria yang akrab dipanggil Cok Ace menuturkan kasus ini sebenarnya sempat ditangani Polda Bali. Dalam proses kepolisian menyatakan status laporan terhadap hotel bintang adalah SP3 alias tidak layak dilanjutkan, karena dinilai tidak ada unsur pelanggaran.

Selang beberapa tahun, kini anggota PHRI Bali kembali disomasi dan dilaporkan pengadilan niaga di Surabaya. Total ada 8, dan salah satu hotel sudah dinyatakan kalah serta diharuskan membayar denda. “Kami tak ada melanggar hukum, kalau memang harus bayar kami bayar tetapi ini tidak ada kesepakatan,” ujarnya.

Dijelaskan tahun 2014, hotel berbintang di Bali tidak menggelar nonton bersama. Malah ada yang beli hak siaran ke perusahaan yang berhak menyiarkan. Pelaku wisata sangat paham adanya larangan menggelar nonton bareng untuk komersial. Juga fasilitas tayangan yang diberikan merupakan fasilitas bagi tamu yang menginap.

“Ada perbedaan pemahaman terhadap unsur-unsur pelangaran yang menurut kami bukan pelanggaran tapi menurut mereka dianggap pelanggaran. Ini biar tidak ada preseden, nanti nonton bulu tangkis atau sinetron takut, karena tiba-tiba disomasi,” jelasnya.

‎Dilanjutkan, agar kejadian ini tidak semakin meresahkan, sebanyak 23 hotel anggota PHRI Bali melayangkan class action terhadap perusahaan yang menggugat puluhan hotel di Bali. (*/BO)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.