Hotel Aston Keempat Akan Dibangun dengan Fasilitas “Cable Car”

0
1864
Penandatangan pembangunan Aston Rendezvous Setiabudi, Zahara Zahara Zaqiyah (kiri) dengan John Flood.

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Kota Bandung masih menjadi primadona bagi wisatawan dalam dan luar negeri menghabiskan liburannya, hal itu terlihat dari tingginya tingkat kunjungan masyarakat dari luar kota Bandung serta maraknya bisnis hiburan, rekreasi hingga perbelanjaan di Bandung, merupakan fakta yang menunjukan bahwa Bandung masih menjadi salah satu primadona hiburan dan rekreasi.

Cobalah menengok Kawasan D’Ranch Lembang, Gunung Tangkuban Perahu, Floating Market, Situ Patenggang, hingga Cihampelas. Hotel-hotel baru selalu bermunculan. Di sentra pariwisata Bandung ini, keberadaan hotel terus menjamur dan berupaya tampil beda untuk menarik minat wisatawan menginap.

Archipelago International, perusahaan manajemen hotel yang sebelumnya dikenal sebagai Aston International dan saat ini mengelola beberapa hotel dengan brand Aston, Kamuela, Alana, Quest, NEO, dan Favehotel tak mau ketinggalan turut meramaikan bisnis perhotelan di Bandung.

Archipelago International serius menggarap Bandung dengan ditanda tanganinya pembangunan properti bersama PT Adi Cipta Group untuk properti baru, yakni Aston Rendezvous Setiabudi yang dijadwalkan beroperasi pada kuartal ketiga tahun 2017.

Hotel yang akan menjadi Aston keempat di Bandung ini berlokasi di Jalan Setiabudi, dekat dengan tempat wisata Floating Market dan Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Perahu, hanya 30 menit dari Bandara Husein Sastranegara.

“Sebagai fasilitas MICE, Kami akan bangun convention hall dengan kapasitas 4.000 orang, concer hall yang luxury mengingat Bandung memiliki banyak musisi dan budayawan dengan kapasitas 1.500-2.000 orang,” ujar President dan CEO PT Adi Cipta Group, Zahara Zaqiah di Jakarta, Jumat (16/10/15).

Menurutnya, dipilihnya Bandung karena kota ini mempunyai daya tarik dari sisi bisnis, punya peluang pariwisata khususnya di daerah Lembang. “Direncanakan akan dibangun 300 kamar tamu dan suites yang dirancang dengan gaya kontempores khas Aston,” jelasnya.

Lebih lanjut Zahara mengatakan, “Kami bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bandung membangun Sky Bridge Cable Car untuk membantu mengurangi kemacetan lalu lintas di Kota Bandung”.

“Cable Car  yang menjadi poject pertama di Bandung dan di Indonesia ini akan menghubungkan beberapa jalan Siliwangi, Jalan Pasteur, dan Jalan Setiabudi. Menawarkan para tamu kemudahan dan kenyamanan ketika mengunjungi tujuan liburan yang populer,” ungkapnya.

Cable Car menurutnya dijadwalkan mulai dibangun pada Desember tahun ini dengan menggunakan teknologi dari Austria, Doppelmayr yang telah terpasang sebanyak 14.000 unit di lebih 80 negara.

“Kami berharap dengan hadirnya Cable Car di Bandung ini juga akan dapat mengatasai kemacetan, dan bisa memberikan nilai bisnis, yang juga melibatkan warga sekitar,” tutur Zahara.

Pada kesempatan yang sama President dan CEO Archepelago International, John Flood, menambahkan, “Bandung sebagai kota metropolitan yang terus berkembang dan kami melihat hotel baru kami berada di lokasi yang tepat untuk menjadi pilihan sempurna bagi wisatawan yang berbisnis maupun berlibur”. (evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.