Hidupkan Pariwisata, Negara-Negara Arab Bidik Turis Tiongkok

0
681
Wisata Mesir sepi wisatawan

MADRID, test.test.bisniswisata.co.id: NEGARA-negara Arab membidik wisatawan dari Tiongkok untuk menghidupkan kembali sektor pariwisata, yang porak-poranda karena masalah keamanan. Negara-negara Arab juga akan mengembangkan pariwisata lokal untuk meningkatkan penerimaan.

Jumlah turis ke negara-negara di Afrika Utara dan Timur Tengah, yang berusaha pulih usai Arab Spring, tahun lalu merosot. Penyebabnya adalah serangan-serangan memakan banyak korban di Tunisia dan Mesir yang diklaim oleh ekstremis Islam.

Serangan-serangan itu menyebabkan orang asing menghindari pantai-pantai dan situs-situs bersejarah di seluruh wilayah tersebut.

Tapi jumlah pengunjung dari Tiongkok ke Mesir justru melonjak tahun lalu, meskipun terjadi serangkaian gangguan keamanan terhadap sektor pariwisata. Menteri Pariwisata Mesir Hisham Zaazou mengatakan, kunci meningkatnya jumlah kunjungan adalah keputusan pemerintah Mesir untuk mulai mengizinkan penerbangan charter dari Tiongkok.

Jumlah turis Tiongkok ke Mesir naik lebih dari dua kali lipat dari 60.000, pada 2014, menjadi 135.000, pada 2015. “Ini terjadi dalam satu tahun di mana kita mengalami banyak masalah,” ucap dia, pada konferensi kebijakan pariwisata negara-negara Arab di pameran pariwisata internasional Fitur di Madrid, Spanyol, yang berakhir Minggu (24/1).

Pada September 2015, delapan wisatawan Meksiko menjadi korban salah sasaran pasukan keamanan Mesir di Gurun Barat. Bulan berikutnya, sebuah pesawat Rusia jatuh di Gurun Sinai setelah lepas landas dari resor Laut Merah Sharm El Sheikh hingga menewaskan 224 orang.

Kelompok jihad Negara Islam (NI) mengklaim telah menjatuhkan pesawat tersebut. Puluhan ribu wisatawan asing, termasuk sekitar 80.000 warga Rusia dan 20.000 warga Inggris terdampar di resor itu akibat penerbangan-penerbangannya dibatalkan karena alasan keamanan.

Mesir juga mendorong promosi di Arab Saudi dan negara-negara Teluk Arab lainnya. Hasilnya adalah peningkatan tajam jumlah pengunjung dari negara-negara dimaksud dan terus mempromosikan pariwisata domestik.

Mesir berpengalaman untuk tetap menarik kunjungan turis asing meski sebelumnya mengalami serangan teror. Yang paling mengerikan setelah pembantaian di Luxor, pada 1997 yang menewaskan lebih dari 60 orang, sebagian besar asal Swiss dan Jepang.

“Saya percaya pada 2016 akan menjadi tahun kembalinya turis asing ke Mesir dan dari kawasan,” kata Zaazour.
Maroko juga meningkatkan pengembangan pasar pariwisata domestik untuk mengimbangi fluktuasi kedatangan turis asing.

Menteri Pariwisata Maroko Lahcen Haddad mengungkapkan, pasar domestik sekarang menyumbang 33% dari total kegiatan pariwisata nasional, naik dibandingkan 25%, pada 2012.

“Semakin banyak turis domestik, semakin memajukan pariwisata, artinya juga semakin banyak industri yang bergerak sehingga tujuan-tujuan wisata akan bertahan lama karena orang lokal akan tetap melancong,” kata dia. (*/e)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.