Hasnul Suhaimi: Promosi Wisata Via Dunia Maya Belum Gencar

0
811
Hasnul Suhaimi

PADANG, test.test.bisniswisata.co.id: Pakar Telekomunikasi Hasnul Suhaimi menilai promosi pariwisata melalui dunia maya harus terus digencarkan oleh Dinas Pariwisata di daerah, maupun pengusaha pariwisata terutama di daerah. Mengingat promosi dengan cara ini sangat efektif, efisien dan jangkauan menembus penjuru dunia.

“Saya melihat langkah seperti ini belum banyak dilakukan dan belum gencar dijalankan, terutama di daerah-daerah. Padahal era digital merupakan peluang besar untuk mempromosikan potensi wisata yang ada di daerah, sehingga daerah wisata itu dikenal dan akan meningkatkan arus kunjungan wisatawan,” papar Hasnul kepada test.test.bisniswisata.co.id disela-sela acara Tour de Singkarak di Padang, kemarin.

Selama ini, lanjut dia, promosi wisata masih dilakukan secara tradisional, tanpa memanfaatkan era teknologi. Padahal cara-cara lama jelas sangat membutuhkan dana anggaran besar, daya serap menarik wisatawan butuh waktu sangat lama, dan jangkauan pasarnya sangat terbatas.

“Boleh melakukan promosi secara tradisional, seperti mengikuti travel mart, media gathering atau cara lainnya, namun promosi melalui dunia maya adalah hal yang luar biasa, karena tidak butuh anggaran besar namun yang penting jangkauannya mencapai seluruh jagat raya, dengan kata lain sasaran yang dituju sangat luas,” saran mantan Dirut XL dan Indosat.

Dicontohkan, ada kenalannya orang Singapura mengajaknya ke Bali untuk berwisata. Katanya, lokasinya sangat esotik, menarik untuk dikunjungi bahkan aman dan nyaman. “Saya bilang Bali itu yang terkenal adalah Pantai Kuta, Nusa Dua, dan kawasan wisata yang sudah dikenal secara umum. Ternyata teman saya menunjukkan destinasi wisata yang jauhnya minta ampun, jauh dari kota, dan saya kira ada di pedalaman Ubud. Dan memang benar-benar kawasan wisata yang luar biasa,” ungkapnya.

Hasil obrolan, lanjut lelaki kelahiran Bukittinggi Sumbar, ternyata menemukan kawasan yang esotik dari dunia maya. “Dan yang datang di kawasan ini, memang wisatawan asing dari berbagai mancanegara yang paling banyak mendapatkan informasi lewat media online. Ini menunjukkan bahwa pengaruh media sosial sangat mempengaruhi turis untuk datang,” ucapnya.

Karenanya, saran Hasrul, stakeholder pariwisata di luar Bali harus melakukan hal yang sama jika ingin tingkat kunjungan wisatawan bisa meningkat. Solusinya dengan mengubah promosi wisata lewat cara lama ke cara media digital. Mengingat penetrasi memanfaatkan teknologi informasi di Indonesia untuk promosi dan publikasi belum gencar.

Selain itu, informasi yang disajikan lewat dunia maya harus lengkap, jelas, detail dan bila perlu dibumbui cerita sejarah atau hal-hal unik yang ada di kawasan destinasi wisata itu, sehingga menjadi daya tarik wisatawan asing untuk datang. “Jika infonya datar-datar saja tentunya tak menarik,” tambah jebolan teknik elektro Institut Teknologi Bandung (ITB) 1981.

Ditambahkan, begitu juga event Tour de Singkarak ini akan menjadi pusat perhatian dunia jika ada websitenya yang melaporkan tidak hanya perjalanan balap sepeda atau siapa pemenangnya, namun juga mengungkap kawasan destinasi wisat di daerah yang dilintasi pembalap dunia.

“Apalagi jika dibumbui dengan cerita rakyat yang ada di kawasan wisata itu, seperti ada cerita apa sih tentang Danau Singkarak, atau rumah gadang yang berdiri ratusan tahun lalu. Saya kira banyak yang digali untuk disajikan, sehingga menambah minat wisatawan untuk datang,” lontarnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.