Hasil Random Test, Pilot Air Asia Positif Narkoba

0
1209

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501 di perairan Selat Karimata belum tuntas, kini muncul masalah baru. Salah satu pilotnya ditemukan positif menggunakan obat terlarang narkoba jenis morfin. Parahnya, barang menyesatkan itu dipakai saat menerbangkan pesawat.

“Seorang Pilot Indonesia Air Asia berinisial FI dengan nomor penerbangan QZ7510 dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandara Internasional Ngurah Rai Bali, diduga positif narkoba jenis morphin,” kata Staf Khusus Menteri Perhubungan, Hadi M Djuraid dalam rilis yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis (01/01/2015).

Temuan mengemjutkan itu, sambung Djuraid didapat setelah pemeriksaan urine yang dilakukan tim Balai Kesehatan Penerbangan dan Tim Direktorat Kelaikan dan Pengoperasian Pesawat Udara Kemenhub, di Bandara Ngurah Rai, Kamis pagi.

Pemeriksaan dilakukan sesaat setelah yang bersangkutan mendarat Pukul 08.50 WITA. Semula yang bersangkutan akan kembali terbang ke Jakarta pada pukul 09.20 WITA dengan penerbangan QZ7511. “Atas temuan tersebut Pilot FI dilarang terbang dan akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Balai Kesehatan Penerbangan Kemenhub di Jakarta,” tegasnya.

Dijelaskan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kini aktif melakukan pemeriksaan urine terhadap pilot di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Pemeriksaan dilakukan sejak pagi hingga petang hari. Hingga pukul 13.00 WIB Kemenhub telah memeriksa 42 orang. Terdiri dari 17 pilot dan 25 cabin crew dari empat maskapai.

Alasan pemeriksaan urine dilakukan secara rutin, dan kini digelar di Denpasar. “Kebetulan juga ini habis tahun baru. Mungkin ada pilot dan crew yang pesta-pesta. Tapi ini memang rutin dilakukan dan akan kami lakukan terus,” lontarnya.

Presiden Direktur (Presdir) Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko mengklarifikasi berita yang mengabarkan salah satu pilotnya diduga menggunakan narkotika dan ditemukan positif setelah melewati random test, yang dilakukan oleh Kemenhub di Bandara Ngurah Rai, Bali, Kamis (1/1).

“Preliminary test memang benar. Untuk itu kami akan melakukan tes lanjutan. Ada dua tes lanjutan lebih detail yang kami rencanakan. Kami akan bekerja sama dengan BNN, dan rumah sakit ketergantungan obat untuk mengklarifikasi untuk mencari hasil pemeriksaan lebih detail,” kata Presdir Indonesia AirAsia Sunu Widyatmoko di Polda Jawa Timur, Kamis (1/1).

Hasil wawancara management Air Asia dengan pilot berinisial FI, ternyata FI baru saja keluar dari rumah sakit (RS) dan sedang dalam tahap pemulihan dan masih mengkonsumsi obat-obatan tertentu.

“Hasil awal interview kami adalah, pilot tersebut baru keluar dari RS karena sakit tifus dari 26-29 Desember. Sampai hari ini dites, yang bersangkutan masih mengkonsumsi obat jalan. Salah satunya obat batuk/flu tertentu. Di dalam tes narkoba ini, biasanya obat batuk/flu bisa memberikan false alarm dan menunjukkan hasil positif, tetapi setelah dites lanjut akan negatif [bila memang tidak mengkonsumsi narkoba],” jelas Sunu.

Diakuinya, pilot yang diduga mengkonsumsi morfin itu sudah bekerja dengan Indonesia AirAsia selama sembilan tahun, kapten senior, dan memiliki rekam jejak yang bersih.

Ditambahkan, pilot yang terindikasi mengonsumsi narkoba bukanlah pilot dari pesawat AirAsia QZ 8501 yang mengalami kecelakaan di Perairan Karimata.

Sunu mengaku, usai peristiwa jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 Minggu (28/12), Manajemen AirAsia langsung melakukan pemeriksaan serentak kepada semua kru pesawat. “Saya ingin sampaikan terkait berita yang beredar, salah satu pilot kami terbukti positif dan harus menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya. (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.