Hari Santri Nasional, KA Bangunkarta Beri Layanan Khusus

0
866
KA Bangunkarta (Foto: Rudy's Blog)

SURABAYA, bisniswisata.co.id: Bertepatan Hari Santri Nasional, Sabtu (22/10/2016), PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 8 Surabaya memberi layanan khusus dengan menyajikan minuman gratis yang diberikan saat boarding di stasiun keberangkatan bagi penumpang KA Bangunkarta

Selain itu, menyelenggarakan lomba peragaan busana muslim di Stasiun Mojokerto pada Kamis (20/10). Acara ini diikuti oleh 150 pelajar putra dan putri setingkat SLTP se-kota Mojokerto.

“Lomba ini bertujuan membangun kreativitas dan percaya diri siswa serta membiasakan untuk menggunakan busana muslim sesuai syariah Islam sejak dini sekaligus menyalurkan bakat siswa siswi yang memiliki jiwa seni khususnya di bidang fashion,” papar Manager Humas Daop 8 Surabaya, Gatut Sutiyatmoko dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi Bisniswisata.co.id, Ahad (23/10/2016).

Kegiatan itu, lanjut dia, selain memberikan informasi menyeluruh tentang perkeretaapian kepada masyarkat di sekitar Stasiun Mojokerto, juga dapat menjadi wadah positif sekaligus ajang promosi yang bernuansa Islami.
Juga sebagai ajang sosialisasi tentang keselamatan perjalanan KA untuk meningkatkan rasa kepedulian masyarakat turut menjaga keamanan dan kelancaran perjalanan KA, tambahnya.

Dijelaskan, KA Bangunkarta berangkat dari Stasiun Mojokerto dan Surabaya Gubeng dengan tujuan Jakarta yang melewati Madiun, Semarang, Pekalongan Cirebon dan lain-lain.

“KA Bangunkarta telah melayani masyarakat sejak dioperasikan pada 10 Januari 1985 dengan nama KA Tebuireng. KA ini merupakan KA kelas ekonomi yang semula melayani rute Jombang-Jakarta,” katanya.

Penamaan Tebuireng merujuk pada nama Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jawa Timur, karena mayoritas penumpang KA ini para santri yang melakukan perjalanan ke Jakarta, Cirebon, Pekalongan dan kota-kota lainnya.

Pada Juli 2001, KA Tebuireng ditingkatkan fasilitas layanannya menjadi kelas eksekutif dan bisnis dan berganti nama menjadi KA Bangunkarta. Nama Bangunkarta diberikan Presiden keempat RI, KH Abdurrahman Wahid yang akrab dipanggil Gus Dur. Nama ini merupakan singkatan dari rute perjalanan KA tersebut yaitu Surabaya, Jombang, Madiun dan Jakarta.

Sejak Desember 2009, seluruh rangkaian KA Bangunkarta menggunakan kelas eksekutif. Kemudian mulai 19 Desember 2013, KA Bangunkarta diperpanjang hingga Stasiun Surabaya Gubeng untuk mengokomodir kebutuhan perjalanan masyarakat Surabaya, Gresik, Sidoarjo, Mojokerto dan sekitarnya.

KA Bangunkarta berangkat dari Stasiun Surabaya Gubeng pukul 16.00 kemudian dari Stasiun Mojokerto pukul 16.39 dan tiba di Stasiun Gambir pukul 04.46. Tiketnya Rp.80 ribu ke Madiun (tiket khusus 2 jam sebelum keberangkatan) dan tiket mulai Rp.375 ribu (tarif non-peak season). (redaksibisniswisata@gmail.com)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.