Harga Tiket Garuda Mencekik, Gubernur Sumbar Menjerit

0
254

PADANG, Bisniswisata.co.id: Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mengaku kecewa dengan manajemen PT Garuda Indonesia, akibat tingginya harga tiket pesawat pada periode mudik Lebaran menuju Padang.

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno menyebutkan sudah berkali-kali meminta manajemen Garuda agar menaikan tarif sewajarnya saja pada arus mudik dan balik Lebaran tahun ini. “Garuda selalu menggunakan tarif batas atas untuk rute Jakarta – Padang dan sebaliknya. [Kenaikan] sudah tidak wajar,” kata Irwan, di Padang seperti dilansir laman Bisnis.com, Jumat (23/6/2017).

Irwan menuturkan, akibat tingginya permintaan tiket pesawat ke Padang, maka maskapai berlomba-lomba menaikkan tarif. Hanya beda tipis dengan tarif batas atas yang ditetapkan pemerintah. Dicontohkan harga tiket Jakarta – Padang jauh lebih tinggi dari harga Jakarta – Pekanbaru. Padahal jarak kedua daerah itu dari Jakarta relatif sama, namun harga tiket saat Lebaran berbeda jauh sekali.

Kenaikan harga tiket yang berlebihan itu, imbuh Irwan, merugikan masyarakat Sumbar yang pulang kampung, juga merugikan daerah karena berdampak terhadap inflasi setempat. “Garuda biasanya menjadi patokan bagi maskapai lain. Kalau Garuda naik, yang lain ikut naik, Garuda turun yang lain juga pasti turun,” ujar Irwan.

Irwan mengaku Pemprov Sumbar sudah tiga kali melayangkan surat kepada direksi PT Garuda Indonesia untuk memperhatikan rute Jakarta – Padang dan menjaga agar harga tiket tidak naik secara berlebihan.

Tetapi, imbuh Irwan, jawaban dari manajemen Garuda hanya jawaban normatif bahwa perseroan mengikuti Permenhub No.14/2016 tentang tarif batas atas dan tarif batas bawah.

Menurut Irwan, Garuda Indonesia ingin memanfaatkan momen Lebaran untuk meraup keuntungan besar, terutama di rute Jakarta – Padang, karena masyarakat Sumbar atau orang Minang selalu pulang kampung setiap tahunnya.

Adapun, dari penelusuran ke sejumlah situs penjualan tiket online, harga rata-rata tiket Garuda Indonesia maupun maskapai lainnya seperti Batik Air menuju Padang sudah dijual di atas Rp3 juta saat puncak arus mudik. Padahal, normalnya pada hari biasa, Garuda Indonesia hanya menjual tiketnya di kisaran Rp700.000 hingga Rp1 juta rupiah. (*/BIO)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.