Harga Sembako Melonjak, Hotel Kena Dampaknya

0
255
Sajian menarik di Sapori Deli, restoran Italia Hotel Fairmont Jakarta (Foto: http://www.jakartajive.com)

MANADO, Bisniswisata.co.id: Melonjaknya harga kebutuhan pokok atau sembako di sentra perdagangan Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), berdampak pada bisnis hotel di Manado. Akibatnya biaya operasional hotel mengalami grafik kenaikan, semantara tingkat hunian kamar hotel masih tetap stagnan.

“Meningkatnya harga sejumlah kebutuhan pokok membuat biaya operasional hotel meningkat,” tutur General Manager Hotel Sintesa Peninsula Manado I Putu Anom Darmaya di Manado, Jumat (21/7/2017).

Dijelaskan, saat ini harga cabai rawit, cabai keriting, bawang merah, bawang putih dan tomat mengalami peningkatan yang cukup signifikan. “Bisnis hotel tidak akan lepas dari makanan dan minuman, sehingga jika harga kebutuhan pokok naik pasti imbasnya ke biaya operasional,” ujarnya.

Apalagi, lanjutnya, harga kebutuhan pokok tersebut mengalami peningkatan sekitar 250 persen. “Peningkatan yang signifikan ini, dampaknya cukup besar, karena kebutuhan hotel akan produk tersebut sangat banyak,” jelasnya.

Ditambahkan, Hotel Sintesa Peninsula Manado menyiapkan kamar untuk turis asal Cina pada semester II tahun 2017. “Kami menyiapkan sekitar 27 persen dari keseluruhan kamar khusus untuk wisman asal Tiongkok yang direncanakan datang dalam waktu dekat ini,” kata Putu Anom Darmaya.

Kunjungan wisman asal Cina ini memberikan dampak cukup besar pada bisnis hotel dan perekonomian Sulawesi Utara pada umumnya. “Kami akan terus mendukung program pemerintah Sulut dalam mengembangkan sektor pariwisata,” katanya sambil menambahkan selain Cina juga masih banyak negara di Eropa yang berkunjung ke Sulawesi Utara.

Kepala Bidang Statistik dan Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut Marthedy Tenggehi mengatakan dibandingkan dengan kunjungan wisatawan asing bulan yang sama tahun 2016 (Mei 2016 sebanyak 1.018 Orang terhadap bulan Mei 2017) meningkat sebesar 449.02 persen. Turis yang datang didominasi Cina sebanyak 4.396 orang atau 78,65 persen dari total turis yang datang di bulan Mei 2017.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulut Jenny Karouw, mengatakan memang harga kebutuhan pokok mengalami peningkatan yang cukup signifikan. “Namun, kami akan terus melakukan pemantauan dan pengawasan sehingga stok tetap tersedia,” jelasnya sambil menambahkan pihaknya bentuk tim pemantauan harga, agar setiap hari dapat terpantau apabila terjadi kekosongan, maka segera diantisipasi. (*/ANT)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.