Hadapi Libur Panjang, Kawasan Malioboro masih Ditata

0
582
Wisman naik becak di Marioboro Jogyakarta

JOGYAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: Proses penataan kawasan Malioboro yang saat ini masih berlangsung diperkirakan tidak akan menghalangi wisatawan mengunjungi tempat yang selama ini menjadi ikon wisata di Kota Yogyakarta saat libur panjang akhir pekan.

“Malioboro diperkirakan tetap dipadati wisatawan saat libur panjang akhir pekan. Pusat keramaian libur panjang akhir pekan tetap berada di kawasan Malioboro,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Yogyakarta Eko Suryo Maharso di Yogyakarta, Rabu (4/5).

Padahal, menurut Eko, pemerintah tidak menyiapkan acara khusus di kawasan Malioboro saat libur panjang akhir pekan. Sebaliknya, ia berharap, wisatawan yang datang ke Malioboro memaklumi kondisi yang ada karena penataan dilakukan untuk meningkatkan kenyamaan wisatawan di masa yang akan datang.

Di sisi lain, salah satu komunitas pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Malioboro yaitu Paguyuban Tri Darma, justru sibuk mempersiapkan diri menyambut libur panjang akhir pekan.

“Pedagang sudah menambah stok barang dagangan. Harapannya, wisatawan yang berkunjung juga meningkat agar omzet yang diperoleh pedagang bertambah,” kata Ketua Paguyuban Tri Darma Paul Zulkarnaen seperti dikutip laman Antara.

Menurut dia, jumlah wisatawan yang berkunjung di Malioboro belum mengalami kenaikan sejak awal April, saat penataan kawasan tersebut dimulai. “Kami pun berharap agar penataan kawasan ini bisa dilakukan lebih cepat dibanding rencana,” katanya.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta melakukan upaya antisipasi untuk menghadapi kepadatan lalu lintas saat libur panjang akhir pekan, di antaranya memperpanjang durasi lampu lalu lintas, menginformasikan kondisi lalu lintas melalui layar monitor yang ada di simpang serta melakukan patroli keliling.

“Ruas jalan yang mengalami kepadatan adalah mulai dari Tugu, kawasan Malioboro, Keraton Yogyakarta dan beberapa ruas jalan di sekitar tempat wisata. Lokasi-lokasi tersebut perlu di antisipasi agar lalu lintas tetap lancar,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Golkari Made Yulianto.

Sedangkan untuk lokasi parkir, pengunjung khususnya di Malioboro dapat memanfaatkan parkir yang sudah ada seperti Taman Parkir Abu Bakar Ali, Senopati, Sriwedani dan Ngabean. “Parkir Ketandan yang berada di bekas lahan UPN juga bisa dimanfaatkan,” katanya. (*/AN)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.