H+1 Puncak Kedatangan, Tingkat Hunian Tinggi

0
923
Wisatawan mengeksplor desa, belajar sistem pengairan di Desa Mayong, Seririt, Buleleng

Mangupura, test.test.bisniswisata.co.id,- SEHARI pasca Lebaran kedatangan penggunajasa angkutan udara rute domestik melalui bandra Ngurah Rai, Bali naik 21 persen, sedang di rute internasional naik 39 persen. Sementara keberangkatan domestik naik 19 persen dan keberangkatan internasional naik 31 persen dari pergerakan normal. Jika dalam layanan reguler melayani 30 sampai 40 ribu penggunajasa angkutan udara per hari, pada H-2 sampai H+1 Lebaran 2015 ini, bandara Ngurah Rai melayani pergerakan 50 ribu pengguna jasa angkutan udara di rute domestik dan internasional per hari.

Kenaikan di rute internasional didominasi jalur ke dan dari Australia. ‘’Kenaikan di kedatang kemungkinan yang me-reschedule liburannya, di keberangkatan meningkat karena sudah tertahan di Bali akibat debu vulkanik gunung Raung yang tidak memungkinkan dilakukan penerbangan,’’ jelas Manager AP I Ngurah Rai Trikora Harjo.

Posko Monitoring Terpadu Angkutan Lebaran bandara Ngurah Rai mencatat pada H+1 (Minggu,19/7), airport internasional ini melayani 16.739 orang penumpang domestik yang diangkut 111 penerbangan regular dan penerbangan tambahan. Naik 21 persen dibanding tahun 2014 yang mencapai 14.669 orang menggunakan 98 pesawat. Penggunajasa angkutan udarake Bali didominasi wisatawan yang menghabiskan waktu libur panjang di Bali.

Angka kunjungan ke Bali makin tinggi, jika dilihat dari arus penyeberangan dari P Jawa ke Bali melalui pelabuhan Gilimanuk. Kendaraan- kendaraan pribadi dengan plat kendaraan berasal dari beberapa kota besar di P Jawa dan Sumatera sejak H-7 Lebaran sudah memasuki P Dewata. Posko Monitoring Terpadu Angkutan Lebaran memprediksi mereka ke Bali berlibur, bukan sekadar mudik Lebaran.

Short Stay

Prediksi kenaikan kunjungan baik penggunajasa angkutan udara mau pun overland ke Bali adalah wisatawan, dapat dilihat dari tingkat hunian hotel. Jika dilihat periode akhir bulan Juli sampai awal September peak season nya wisatawan manca negara, ungkap Putu Widyawati,Manajer Tamansari Resort di Pemuteran, Buleleng. Tahun ini, pasar domestic naik pada masa libur Lebaran, menambah tinggi hunian hotel. Dikawasan Pemuteran yang jaraknya mencapai 104 kilo meter dari bandara Ngurah Rai, rata- rata hunian hotel 97 persen pada tanggal 16 s.d 19 Juli.

‘’Meski mereka (wisatawan domestik) short stay, jumlah kedatangannya mendongkrak hunian hotel mulai 16 Juli s.d 20 Juli ini,’’ ungkap General Manager hotel Alaya Kuta, Jeffry Wibisono. Khusus untuk hotel Alaya Kuta hunian periode 17 s.d 20 Juli rata- rata 89 persen. Sebagai hotel yang belum grand launching, hunian diatas 80 persen patut disyukuri, imbuhnya.

Meningkatnya kunjungan wisatawan ke Bali, tidak hanya mengisi kamar- kamar hotel berbintang, butik hotel, villa bahkan apartemen di Bali Selatan. Perlu dicatat jumlah kamar hotel berbintang di kawasan Kabupaten Badung sudah mencapai 100 ribu kamar. Namun pada libur panjang Lebaran 2015 ini, tidak sedikit wisatawan domestik yang menyasar liburan ke desa desa wisata di wilayah Bali Utara.
Selain Pemuteran dengan dunia bawah airnya, desa- desa di Bali Utara juga menawarkan keragaman peradaban masyarakat Bali yang Hindu. Terlebih pada masa perayaan Galungan dan Kuningan yang bersamaan dengan perayaan Idul Fitri. Wisatawan domestic memilih mengeksplorasi desa Munduk, Desa Mayong atau menghabiskan cuti bersama di Desa Sudaji.
‘’Kami kekurangan kamar untuk periode 17 s.d 28 Juli. Selain kedatangan dua grup asal Perancis, kami juga menerima dua grup wisatawan domestik asal Jakarta,’’ jelas Ketua Kelompok Desa Wisata Ekologis Jero Sujadi, Gede Suharsana. ( Dwi: bisniswisata.co@gmail.com)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.