Guntur Sakti: Kepri Akan Jadi Destinasi Favorit di Indonesia

0
1045

BATAM, Bisniswisata.co.id: Disambut dengan tarian Sekapur Sirih sebagai ungkapan rasa suka cita, Bisniswisata.co.id bersama peserta Media and Travel Agent Fam Trip Wonderful Kepri diterima Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri}, Guntur Sakti di Nongsa Point.

“Saat ini kita berada di kawasan Nongsa Point Marina. Kalau kita baca Kepres No 79 tahun 2011 tentang Kapal Yacht asing di Indonesia, Nongsa Marina ini masuk dalam koridor Kepres sebagai salah satu entry point untuk masuknya kapal-kapal asing di Kepulauan Riau,” ujar Guntur di Nongsa Point, dalam sambutannya di Nongsa Point, Batam, Jumat malam (22/5/15).

Ia mengatakan, “Kami memiliki dua entry point satu di Nongsa Point dan satunya lagi di Bintan di kawasan Lagoi.
Menurut Guntur, Kepri unik dikarenakan hanya memiliki empat persen daratan dan 96 persen laut, dengan jumlah pulau 2.408 pulau. ksesibiliti masih menjadi persoalan di Kepri untuk menjangkau satu pulau ke pulau yang lain.

“Namun kami memiliki pesona wisata yang cukup memukai yang letaknya jauh, yakni ada di Natuna, Anambas, dan Bingka. Ekpose kami belum begitu besar untuk wilayah tersebut namun kami yakin kalau Kepri di persolek atau di make up selain pesisinya sebagai model area menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia,” ungkapnya.

Lebih lanjut Guntur mengatakan, “Kami mempunyai mimpi kalau Kepri yang berada di urutan ketiga dalam menyumbang wisatawan setelah Jakarta dan Bali, Insya Allah dalam lima tahun lagi mengalahkan Bali tidak mungkin namun paling tidak mengalahkan Jakarta”.

Dikatakannya wartawan obyektif dalam menulis untuk melihat kawasan Kepri. “Paling tidak akan terpesona. Kalau ke Bali memiliki Kawasan Nusa Dua, kami memiliki Kawasan Nusa Tiga-nya, yakni di Kawasan Eksekusi Wisata Lagoi,” tegasnya.

Di kawasan tersebut menurutnya telah dibangun beberapa properti, dan pada 30 Mei mendatang akan diresmikan Bapak Wakil Presiden RI satu cluster baru dengan nama Lagoi Beach.

“Dua tahun kedepan akan meresmikan kawasan baru lagi sebagai upaya untuk memacu daya saing Kepri yang memang merupakan terdepan dari negara tetangga, yakni Singpura dan Malaysia,” paparnya.

Ia mengatakan, “Wisatawan Singapura saat ini 63 persen dan peringkat pertama menguasai pasar Kepri, disusul Malaysia”.

Ada empat pintu masuk kunjungan wisatawan di Keperi, yakni Batam, Tanjung Pinang, Tanjung Bale Karimun, dan Bintan.
Setelah Batam menurut Guntur, kunjungan terbesar nomor dua di Kepri ini, yakni Bintan. Tanjungpinang dan Karimun rata-rata setiap tahun hanya menyumbangkan 100.000 wisatawan. Batam jumlah wisatawannya tembus di angka 1.300.000 lebih.

“Di Batam ada pemerintah daerah dan BP Kawasan (otorita Batam). Insya Allah Tahun ini akan dibangun dua pelabuhan domestik, yakni Telaga Punggur dan Sekupang. Akan direvitalisasi untuk disejajarkan dengan pelabuhan internasional, dan diharapkan 1.400.000 wisatawan dapat menyebar ke daerah-daerah lain sekitarnya,” tuturnya.

Menurut Guntur, Batam memiliki lima pelabuhan internasional yang sangat baik, tetapi dua pelabuhan domestiknya masih “angker” dan “horror” dan membuat wisatawan takut untuk mengunjungi di kedua pelabuhan tersebut, baik Tanjungpinang dan Bale Karimun.

Dengan membenahi dua pelabuhan ini diharapkan Batam tidak hanya menjadi destinasi pariwisata tetapi menjadi distribution point di daerah-daerah sekitarnya.

“Tahun ini kami memang agak sedikit “jor-joran” untuk mempromosikan Kepri agar mampu di tingkat nasional dan syukur-syukur di tingkat internasional,” ungkapnya.

Ia mengatakan, “Yang sedikit membuat kami risau adalah, berdarah-darah kami mempromosikan Kepulauan Riau selalu yang dapat nama itu Riau. Tidak disalahkan memang ketika dulu provinsi ini pisah ranjang dengan Riau menyebut nama provinsi ini Kepulauan Riau”.

Hal ini dikatakannya karena melihat event yang seharusnya milik Kepulauan Riau ketika tahun lalu membawa 40 tallent ke Jember Festival Carnaval, MC di acara menyerukan tepuk tangan buat Provinsi Riau dan media menulisnya. Padahal harusnya Kepualauan Riau.

“Akhirnya diputuskan dalam diplomasi menyebutkan provinsi ini dengan sebutan Kepri,” ungkapnya.
Brand pariwisata kami segaris dengan branding pariwisata Indonesia. Kalau Indonesia mengangkat Wonderful Indonesia, maka kami mengusung Wonderful Kepri.

Guntur menyampaikan, bahwa pada 13 Mei kemarin datang ke Gedung Kementerian Pariwisata. “Saat ini kami bersama Kemenpar akan menarik wisatawan dari Malaysia untuk acara Sail Anambas. 20 kapal sudah masuk. Anambas menjadi pintu masuknya dan Natuna akan menjadi pintu keluarnya”.

“Kami juga sedang mengangkat event Creating Wonderful Kepri (CWK) yang Februari lalu diluncurkan Menpar. Pada 30 Mei
mendatan akan memberikan malam anugerah CWK tersebut.Kegiatan CWK ini untuk menyapa para youth, women dan Netizen. Mengambil konsep pak Hermawan, yakni tiga pilar yang merubah pasar dunia,” terangnya.

Oleh karena itu pemda Kepri memberikan ruang ini untuk berkompetisi dengan memproduksi sort film, membuat jingle lagu pendek tentang pariwisata, dan membuat konsep travel, serta lomba fotografi, dan upload pesona Kepri.

Ia menjelaskan, “Kami ingin menyapa anak muda yang kreatif untuk mengeksplorasi kemampuan dengan memberikan kompensasi atau insentif yang menarik. Dari Menpar mendapatkan 100 juta untuk hadiah”.

Tak hanya berhenti sampai kegiatan tersebut, Guntur juga akan mengadakan CWK Exposer. Produk-produk yang dibuat oleh tangan anak muda ini akan di ekspose di media dan sosial media.

“Mudah-mudahan Kepri akan memiliki daya saing di tingkat nasional maupun internasional. Kompetitor kami sangat banyak sekarang, ngeri-ngeri sedap karena tahun ini Kepri harus menyumbang 2,5 juta kunjungan wisman,” ungkapnya.
Persoalannya, menurut Guntur lima tahun terakhir fluktuasi kunjungan wisman ke Kepri memang naik tetapi tidak pernah tembus diangka 5 persen. Ketika tahun ini diminta menyumbang 2,5 juta.

Diakhir kata, Guntur menitipkan pesannya, “Bidiklah pesona Kepri ini, kami menitipkan sebuah pesan kalau Anda saat ini berada di Kepri bukan di Riau. Jangan salah tulis,”. (evi)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.