Gunakan Air Tanah, 12 Hotel di Bandung Disegel

0
1124

BANDUNG, test.test.bisniswisata.co.id: Penggunaan air bawah tanah oleh pengusaha perhotelan di Kota Bandung, masih marak. Meski tim gabungan penggunaan air bawah tanah terdiri Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Dispenda, dan Kepolisian, namun pengusaha hotel tetap mbandel.

Hasil penertiban, sedikitnya 12 hotel di Kota Bandung yang saluran air bawah tanah ilegal, tak punya izin resmi penggunaan air tanah bahkan ada yang nekad merusak segel. Kini, kedua belas hotel bintang satu hingga empat disegel saluran airnya.

“Sudah ada 12 hotel yang ditertibkan, langsung kita segel baik itu hotel bintang satu sampai empat kita tindak tegas,” papar Kepala Sub Bidang Pengelolaan Air Tanah BPLH Kota Bandung, Saptaji, di kantor BPLH, Sadangserang, Bandung, Rabu (26/11/2014).

Saptaji, melanjutkan ke-12 hotel tersebut sudah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung nomor 03 tahun 2012
tentang pengelolaan air tanah. Padahal sesuai aturan bahwa setiap bangunan perlu memiliki izin untuk pengambilan air
tanah.

“Ada yang tidak berizin, belum mempunyai izin mengambil air tanah, ada juga yang sudah berizin tapi belum diperbaharui izinnya, pengambilan air tanah itu kan harus berizin, ada perdanya,” katanya tanpa enggan menyebut nama dan alamat uabelas hotel yang disegel.

Menurutnya, penggunaan air bawah tanah di Kota Bandung, kini sudah cukup banyak. Terutama dilakukan perhotelan. “Hotel mungkin lebih banyak, Ya menggunakannya dibanding pabrik. Kecuali untuk pabrik yang melakukan proses pencelupan,” tandasnya.

Dikatakan, sekarang ini ketinggain air muka tanah di Bandung sudah berkurang sebanyak 50-60 centimeter setiap tahun. Hal itu dinilai karena banyak pengusaha yang menggunakan air bawah tanah. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.