Gubernur NTT Promosikan Pariwisata Lewat Buku “Alor Underwater”

0
1399

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Indonesia memiliki begitu besar kekayaan alam dan budaya yang bisa menjadi potensi untuk dikembangkan dalam kapasitas pariwisata.

“Kalau sudah ke Raja Ampat yang menjadi surganya para divers, maka harus ke Alor juga. Karena aslinya lebih bagus,” ujar Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs Frans Lebu Raya pada peluncuran buku “Alor Underwater” di Balairung, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta Pusat, Senin (15/12/14).

Menurutnya belum lengkap hidup rasanya bila belum berkunjung menyaksikan komodo. NTT juga memiliki daya tarik destinasi lainnya seperti Danau Tiga Warna Kelimutu, Lembata, ekotisme megalitik dan pesona pasola di Sumba, suku asli Boti di Timor atau gelombang laut sempurna di Nemberala Rote – titik terselatan NKRI.

Frans Lebu Raya menyerahkan buku Alor Underwater kepada Esthy Reko Astuti di Jakarta. (Foto. evi)
Frans Lebu Raya menyerahkan buku Alor Underwater kepada Esthy Reko Astuti di Jakarta. (Foto. evi)

“Dibawah laut NTT terungkap surga bagi dunia wisata yang eksklusif dan eksotis, yakni Alor. Untuk lebih memperkenalkan Taman Laut kami menyajikan Alor dengan melaunching buku Alor Underwater untuk penikmat pariwisata,” ungkap Frans.

Buku Alor Underwater dengan 100 halaman ini merupakan buku yang berisi kumpulan foto, menggambarkan keindahan alam serta budaya Kabupaten Alor .

Foto-foto ini diambil oleh sembilan fotografer terpilih yang berasal dari Indonesia dan mancanegara, mereka yakni Muljadi Pinneng Sulungbudi (Indonesia), William Tan (Singapura), Yuriko Chikuyama (Jepang), Dewi Wilaisono (Indonesia), Edly Tehier (Indonesia), Ferry Rusli (Indonesia), Gemala Hanafiah (Indonesia), Ria Qorina Lubis (Indonesia), dan Steven Ko (Taiwan).

“Cukup mustahil dengan membuat buku ini karena diselesaikan hanya dalam tujuh hari untuk mengumpulkan foto, tujuh hari untuk membuat caption, dan tujuh hari untuk mengedit,” ungkap Pinneng.

Peluncuran buku yang dihadiri oleh Dirjen Pemasaran Pariwisata, Esthy Reko Astuti, tokoh masyarakat NTT di Jakartam dan para undangan ini diharapkan dapat mengekspos potensi Alor. “Setidaknya ada permulaan, dan foto-foto ini bisa mewakili kecintaankami terhadap Alor,” tambah Pinneng.

Ia mengatakan, “Semakin banyak yang juga mencintai area itu, masyarakatnya bisa berkembang tanpa melupakan jati dirinya”.
Provinsi NTT

NTT terdiri dari 1.192 pulau besar dan kecil, pulau yang bernama 473 buah, yang berpenghuni 43 buah. Luas wilayah daratan 47.349 Km2, luas lautan 200 Km2.

“Luas wilayah sekitar empat kali luas daratan, panjang 5.700 Km2. Terdiri dari 22 kabupaten/kota dengan jumlah penduduk 5,3 juta jiwa,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ir Alexander Sena pada kesempatan yang sama.

Menurutnya kunjungan wisatawan mancanegara ke NTT Meningkat pesat, yakni pada 2012, 48.608 orang menjadi 80.810 orang pada 2013. Pada 2014 diharapkan bisa mencapai 100.000 orang.

“Tekad kami di dalam RPJMD 2014-2018, yakni mewujudkan NTT menjadi provinsi pariwisata tahun 2018. Potensi pariwisata bahari di NTT sangat menjanjikan baik untuk surving, diving, snorkeling, fisghing, dan lain sebagainya,” ungkapnya. (evi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.