Gubernur DKI: Tiket Masuk Ancol Kian Mahal

0
971
Pantai Ancol dibanjiri wisatawan (Foto: Harianterbit.co)

JAKARTA, Bisniswisata.co.id: Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menyebut wajar jika banyak warga yang keberatan dengan tarif tiket masuk Pantai Ancol yang kian mahal. Lebih baik jika warga yang datang ke salah satu objek rekreasi pantai di Utara Jakarta itu, tidak dikenakan tarif masuk alias gratis. Justru masuk Ancol yang naik mobil dikenakan parkir mobil yang tinggi dengan tarif per jam.

“Sebenarnya gagasan masuk ancol gratis dikeluarkan sejak lama. Namun hingga saat ini belum nisa terlaksana lantaran terbentur tempat rekreasi Ancol yang dikelola PT bukan Pemprov,” papar Gubernur DKI Jakarta, Djarot di Balai Kota Jakarta, Jumat (15/09/2017).

Saat ini untuk masuk ke Pantai Ancol warga dikenakan tarif berbeda-beda. Untuk mobil pada hari biasa hingga akhir pekan dikenakan tarif Rp 25 ribu, motor sebanyak Rp 15 ribu, dan Bus sebesar Rp 45 ribu.

Namun, tarif tersebut belum termasuk tiket masuk untuk menikmati berbagai wahana yang ada di sana. Ancol memang dikelola PT Jaya Ancol dan bukan pemprov, padahal pantai Ancol diketahui merupakan fasilitas umum milik masyarakat.

Mantan Wali Kota Blitar itu pun menyebut jika seandainya masuk Ancol gratis dan hanya dikenakan tarif parkir mobil maka bisa dipastikan Pasar Seni yang berada di dalam kawasan Ancol bisa hidup dan ramai.

“Sekarang kan masuk bayar, terus mau ke wahana lain bayar lagi. Kalo cuma disuruh bayar parkir terus nanti mau ke wahana bayar sih tidak apa-apa, nanti Pasar Seni bisa ramai itu,” kata dia.

Djarot menyebut, harusnya aturan terkait tarif Ancol bisa belajar dari Monas. Untuk menikmati Monas, warga Jakarta hanya diperbolehkan bayar tarif parkir saja, kecuali untuk masuk ke Museum. “Baru kalau ke museum bayar, tapi masuk ke monasnya kan gratis. Warga senang, Ancol juga harusnya begitu,” kata dia.

Jika memang nantinya Ancol benar-benar digratiskan, Djarot berpesan agar pengelolaanya lebih diperbaiki. Misalnya, terkait jam malam dan sarana kebersihan yang lebih ditingkatkan. “Jangan sampai nanti ada yang masuk ke Ancol jam dua pagi, itu bukan rekreasi dia mau macem-macem itu, tidak boleh,” kata Djarot.

Tidak bisa dipungkiri, bertambahnya ruang terbuka publik di Ibukota, tentunya menjadi harapan besar bagi warga Jakarta. Salah satunya, dengan menggratiskan biaya masuk ke kawasan Pantai Ancol.‎ Hal itu, kerap disuarakan oleh berbagai kalangan. Pantai gratis sudah lazim ditemukan di berbagai pelosok dunia. Termasuk belahan pantai di Indonesia.

“Masuk Pantai Ancol harus gratis karena pantai itu milik masyarakat, apalagi saham Pemprov DKI Jakarta di PT Pembangunan Jaya Ancil begitu besar. Jadi, selama ini masyarakat seperti dibodohi karena masuk Ancol harus bayar,” kata pengamat Perkotaan dari Budgeting Metropolitan Watch (BMW) Amir Hamzah.

Dilanjutkan, pantai gratis sudah lazim ditemukan di berbagai pelosok dunia. Termasuk belahan pantai di Indonesia. “Seperti Pantai Kuta, Pantai Senggigi, Pantai Losari, Pantai Parangtritis hingga Pantai Lovina. Jadi, suatu kewajaran jika warga Jakarta nantinya bisa menikmati Pantai Ancol secara gratis,” terang dia.

Anggota DPRD DKI, ‎Gembong Warsono, mengungkapkan, wacana menggratiskan biaya masuk ke kawasan pantai Ancol tentunya menjadi daya tarik masyarakat. Menurutnya, hal itu sangat ditunggu oleh warga DKI.

“‎Menggratiskan biaya masuk, merupakan kebijakan populis. Justru seharusnya Ancol memberikan manfaat sebagai taman rekreasi warga Jakarta. Bukan malah membebani rakyat dengan tarif yang mahal. Biarlah rakyat Jakarta menikmatinya. Jangan hanya yang punya duit saja yang nikmati,”‎ katanya di Jakarta, Selasa (29/8/2017).

PT. Pembangunan Jaya Ancol sebagai pengelola Taman Impian Jaya Ancol sekaligus salah satu BUMD yang sahamnya milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, hendaknya pihak Ancol dapat mempertimbangkan kebijkan tersebut. “Ancol itu bagaimanapun kan salah satu BUMD DKI. Dan, di tahun sebelumnya ada disertai dana penyertaan modal. Masa masih kurang terus,” sambungnya. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.