Gubernur BI Prihatin Kondisi Pariwisata Dieng

0
1375
Kabut tipis menutupi Dieng Kulon dan kompleks Candi Arjuna di Dieng Banjarnegara, (Foto : Aris Andrianto/Tempo)

MAGELANG, Bisniswisata.co.id: Gubernur Bank Indonesia (BI) prihatin, sedih bahkan kecewa dengan kondisi pariwisata di Dataran Tinggi Dieng saat ini. Keprihatinan itu bersumber kondisi fasilitas yang kurang bagus. Banyak sampah dibuang sembarangan. Banyak rumah liar yang dibangun di tempat wisata. Juga infrastruktur belum teratur malah masih amburadul.

“43 tahun lalu saya berkunjung ke Dieng dan kagum dengan keindahan tempat wisata ini, tetapi saya sedih melihat kondisinya sekarang ini. Padahal tempat wisata ini, menjadi unggulan di Jawa Tengah,” papar Gubernur BI Agus Martowardojo saat Penyerahan Program Sosial BI dan Sosialisasi Uang Rupiah TE 2016 di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, Sabtu (01/04/2017).

Melihat kondisi itu, Gubernur BI mengajak Pemerintah Daerah baik Kabupaten Wonosobo maupun Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk bersama-sama membenahi wisata Dieng. “Kami merasa terpanggil untuk ikut membenahi kondisi ini, karena Dieng memiliki potensi yang sangat besar untuk mendatangkan semakin banyak wisatawan baik dalam maupun luar negeri,” lontarnya.

Menurutnya, jika pemerintah daerah sudah membenahi kondisi Dieng, Bank Indonesia segera mengajak para investor dari pengusaha besar untuk berkunjung sekaliguis mendorong mereka agar berinvestasi di tempat wisata ini. “Nantinya kami juga akan membantu manajemen sampah sehingga sampah tidak dibuang sembarangan di sekitar kawasan wisata,” katanya.

Gubernur Bank Indonesia juga memberikan bantuan simbolis kepada Kelompok Sadar Wisata Cebong Sikunir dalam rangka konservasi lingkungan wisata “Dieng Bersih” dalam bentuk program pengelolaan sampah terpadu berbasis pemberdayaan masyarakat, konservasi lingkungan, pembenahan saluran pipa dan pemberian tanda jalan (signage).

Dikeluhkan

Selain kondisi memprihatinkan itu, pengunjung kawasan objek wisata Dieng mengeluhkan ulah pihak-pihak yang menarik uang berkali-kali. Tiket masuk dengan dalih restribusi daerah sangat mencekik wisatawan. Juga ada ‘jebakan’ yang sifatnya memaksa wisatawan untuk mengeluarkan uang lebih.

Buktinya untuk sekadar urusan berfoto pun dimintai uang. Keluhan pengunjung objek wisata Dieng tersebar di Facebook. Ada pemilik akun berinisial YJK yang membeber kelakukan pihak-pihak pelaku pungli yang sudah keterlaluan.

Keluhan lainnya marah tour guide liar yang menjadi pemandu wisata Dieng, sehingga pemandu wisata yang mengantongi sertifikat kalah bersaing dengan tour guide liar.

Padahal, Kawasan wisata Dieng di Kabupaten Banjarnegara dan Wonosobo menjadi satu dari empat paket wisata yang ditata untuk dipromosikan di tingkat dunia. Kawasan Dieng akan ditata secara menyeluruh selain Borobudur, Karimunjawa dan Sangiran.

Dieng, memang patut diberi perhatian. Sebab potensi wisata alam yang sangat banyak dan lengkap. Umat Hindu misalnya sekarang mulai mengarahkan pandangannya pada candi yang ada di Dieng. Bahkan destinasi wisata Dieng akan lebih menarik wisatawan jika nantinya bisa ditemukan spot yang menarik untuk paralayang. Jika itu ada, nilai tambah wisata Dieng akan semakin mendunia. Sayangnya, kini Dieng perlu pembenahan total agar tak ada keluhan dari wisatawan. (*/bbs)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.