Gorontalo Mulai Jadi Perhatian Wisatawan

0
1323
Pantai Bolihutuoa Gorontalo

GORONTALO, BISNISWISATA.CO.ID: Gorontalo mulai menjadi perhatian kunjungan bagi wisatawan nusantara (wisnus) maupun wisatawan mancanegara (wisman). Terbukti setiap tahun, grafik kunjungan wisnus dan wisman berkunjung ke berbagai obyek wisata di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo, mengalami peningkatan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Gorontalo Efendi Rauf, Selasa (17/2/2015), mengatakan, wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Gorontalo selama tahun 2011 berjumlah 1.394 orang, mengalami peningkatan tahun 2012 sebanyak 1.751 orang, sedangkan tahun 2013 naik menjadi 2.350 orang.

Untuk kunjungan wisatawan nusantara pada tahun 2011 sebanyak 40.453 orang, pada tahun 2012 naik menjadi 68.855 orang sementara di tahun 2013 sebanyak 112.165. “Kami belum bisa memberikan data untuk kunjungan wisatawan pada tahun 2014 karena masih harus direkapitulasi lagi, tapi yang jelas mengalami peningkatan yang sangat signifikan,” kata Efendi seperti diunduh laman Antara.

Dia menjelaskan, saat ini sejumlah obyek wisata menjadi perhatian dan menarik wisata yakni bak pemandian potanga, Benteng Otanaha, Makam Kramat Ju Pangola, Makam Kramat Kali Bandula, Makam Kramat Nene Tabibi, Kolam Renang Lahilote, Rumah Adat Dulohupa, Taman Kota.

Kemudian ada Masjid Baiturrahim, Masjid Tua Hunto, Makam Kramat Haji Bu’ulu, Masjid Tua Boki Owutango, Pantai Pohe Indah, Tapak Kaki Lahilote, Goa Bayalo Milale, Patung Nani Wartabone, Makan Kramat Ta Jailo Iyobuo, Makam Kramat Pulubunga, Makam Kramat Tatidu Hulawa, Makam Kramat Dutongo Pitu Loludu.

Pantai Blue Marlin, Makam Kramat Ta Ilayabe, Pantai Tambo’o, Water Boom Tiara, Makam Kramat Jogugu Inakau serta tugu adipura yang terletak di pintu masuk dari kabupaten Gorontalo ke Kota Gorontalo.

Adanya obyek wisata yang saat ini tidak diurus dengan baik, Efendi mengatakan bahwa untuk tahun 2015 ini telah dialokasikan sejumlah dana untuk membenahi sekaligus memelihara fsilitas yang ada, sehingga lebh menarik wisatawan.

Dia menambahkan, agar pemeliharaan bisa dilakukan secara optimal, maka pihaknya merencanakan untuk menyerahkan pengelolaan sejumlah obyek wisata pada pihak swasta dengan sistem kontrak. “sejumlah pengusaha ingin mengelola obyek wisata di daerah, sekarang masih dalam tahap pembicaraan terutama menyangkut nilai kontrak,” kata Efendi. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.