Gonggong, Kuliner Khas Kepulauan Riau

0
5513

TANJUNG PINANG, test.test.bisniswisata.co.id: Kepulauan Riau, tak hanya Gugusan pulau yang indah, pantai yang mempesona, padang golf yang luas, dan wisata sejarah Islam yang luar biasa. Ternyata, Kepulauan Riau juga mengantongi kuliner khas yang tak ada di tempat lainnya.

Ya, Kepulauan yang beribukotakan Tanjung Pinang ini menyimpan destinasi wisata kuliner yang menakjubkan. Kepri, singkatan dari Kepulauan Riau, dikenal dengan panganan lautnya. Salah satunya adalah gonggong.

Nama yang cukup unik untuk makanan lezat ini. Gonggong diambil dari nama jenis siput laut yang terdapat di sekitar Kepulauan Riau, banyak terdapat di Desa Lobam, Tanjung Uban, Pulau Bintan, Kepulauan Riau. Kuliner sea food ini banyak ditemui di pulau Bintan, namun nama gonggong juga menyebar sampai Pulau Batam.

Bentuk cangkang siput gonggong panjang dan spiral. Berbeda dengan siput sawah yang sering ditemui di pasar-pasar. Sekilas, cangkak siput ini cukup cantik digunakan sebagai hiasan rumah, bila daging sudah disantap tentunya.

Proses pembuatannya cukup sederhana. Direktur Eksekutif Badan Promosi Pariwisata Kepulauan Riau, Sapril Sembiring menjelaskan, gonggong biasanya disajikan dengam cara direbus.

“Setelah direbus, bisa langsung disantap dengan sambalnya. Bisa asam bisa pedas,” katanya saat ditemui di Festival Kuliner Kepulauan Riau di Mall of Indonesia, Kelapa Gading, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Cara merebusnya, lanjut Sapril, gonggong direbus dengan garam dan irisan jahe untuk menghilangkan bau amis. Mengenai rasa, jangan ditanya. Tekstur daging gonggong yang cukup lembut dan kenyal akan menggoyang rongga mulut Anda. Ditambah dengan sambal yang semakin memperkaya cita rasa lidah Anda.

Soal sambal, gonggong bisa disajikan dengan berbagai macam jenis. Ada yang memakai sambal kacang, asam manis, pedas, dan sambal kecap.

Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya. Begitu juga soal selera makanan. Bagi masyarakat Kepulauan Riau dan khususnya Batam, gonggong adalah makanan khas mereka. Sehingga bagi mereka yang berkunjung ke Batam, belum lengkap rasanya bila belum makan gonggong. **

LEAVE A REPLY

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.