Goa Hawang, Pesona Tersembunyi Menyimpan Sejuta Misteri

0
1415
Goa Hawang Kepulauan Kei Maluku (Foto: kitaina.id)

MALUKU, Bisniswisata.co.id: Kepulauan Kei Maluku bukan cuma menyuguhkan keindahan pantai dan pemandangan laut yang membentang cantik, ternyata juga menyimpan keindahan alam goa yang mempesona. Goa di Desa Letyuan, Kabupaten Maluku Tenggara, lokasinya hanya 15 km dari Kota Tual. Masyarakat setempat menyebut Goa Hawang.

Goa ini dikelilingi hutan sangat lebat. Juga kolam air tawar yang jernih. Dasar kolam dengan batu-batu alami bisa terlihat mata telanjang. Air jernih itu begitu mempesona ketika terkena pantulan cahaya matahari. Sebuah pemandangan menakjubkan.

Kolam air ini, memiliki dua lubang terhubung dengan mata air Evu dari sungai bawah tanah. Sehingga wisatawan bisa menyelam dan masuk ke dalam lubang-lubang yang tembus satu sama lain. Keindahan Goa Hawang bagaikan surga yang tersembunyi, ditambah dengan stalaktit begitu khas.

Juga, terdapat batu dengan mitos yang hingga kini dipercaya masyarakat sekitar. Namun mitos itu hingga kini menyimpan misteri, yang belum terpecahkan. Memang tak seorang pun yang tahu kapan gua ini ditemukan. Namun, menurut cerita penduduk setempat, goa ini ditemukan oleh tetua sejak lama.

Ada legenda tersendiri tentang Goa Hawang. Di dalam gua terdapat batu yang melambangkan seorang pemburu pria yang memegang tombak dan dua ekor anjing pergi berburu babi hutan. Saat dikejar babi hutan itu malah tiba-tiba menghilang ketika masuk gua. Karena lelah dan haus mengejar babi hutan, pria itu meminum air gua terasa sangat pahit kala itu.

Marah dan kecewa dengan rasa air, sang pemburu melontarkan kata-kata kotor, sumpah serapah yang tak terpuji sehingga mengakibatkan dia bersama kedua anjingnya dikutuk berubah menjadi batu. Batu orang dengan anjingnya masih abadi hingga kini.

Nama Hawang diartikan dalam Bahasa Indonesia berarti arwah. Sebagian besar masyarakat setempat masih percaya jika di goa yang memiliki keindahan berupa kolam air sangat jernih beserta stalagtit cantik, masih banyak didiami roh bergentayangan. Karena itu, wisatawan yang datang dilarang mengumpat kata-kata kotor, berbuat jahat atau tindakan tak terpuji lainnya.

Selain Goa Hawang, pemandian alam Evu juga menjadi pelengkap saat berwisata. Pemandian Evu ini menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan dengan pemandangan alam yang indah. Tak perlu merogoh kocek dalam-dalam, karena tarif masuk hanya dikenakan untuk kendaraan bukan hitungan per kepala. Di akhir pekan, pemadian alam ini ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun luar.

Tidak jauh berbeda dengan Goa Hawang, konon pemandian Evu ini dilarang untuk wanita yang sedang “kotor”. Menurut kepercayaan penduduk setempat, jika wanita yang sedang “kotor” atau haid, akan kehilangan akal sehat.

Desa Evu juga merupakan desa yang mata pencahariannya menangkap kepiting. Biasanya penduduk menangkap kepiting di hutan bakau. Kepiting di Desa Evu berbeda dengan Desa Debut yang juga mata pencahariannya menangkap kepiting.

Bedanya adalah kepiting di Desa Evu memiliki ukuran dua kali lebih besar. Cara penangkapannya juga masih menggunakan bubu. Kepiting yang ditangkap pun di ekspor ke China, Jepang, dan Hongkong.

Akses untuk menuju Gua Hawang sangatlah mudah. Wisatawan bisa menggunakan jalur udara untuk menghemat waktu dan jarak tempuh. Jika perjalanan dimulai dari Jakarta, bisa dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Dumatubun di Kota Tual. Tarif pergi dengan kedua maskapai tersebut hanyalah sekitar Rp2 jutaan.

Setelah mendarat di Bandara Dumatubun, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan angkutan umum atau kendaraan sewaan. Jarak dari bandara ke Gua Hawang sekitar 15 km atau 30 menit.

Wisatawan bisa menginap di sebuah cottage dekat dengan Pantai Pasir Panjang, Tual, Pulau Kei. Namanya Coaster Cottage, merupakan guest house dengan bangunan tradisional yang menghadap ke pantai. Penginapan itu juga menyediakan fasilitas yang cukup lengkap dan kebersihan yang dirawat selalu.

Wisatawan bisa melakukan reservasi melalui travel agent terpercaya atau melakukan kontak terlebih dahulu melalui situs resminya. Cottage ini juga menyediakan layanan antar jemput menuju bandara, sehingga mempermudah para wisatawan.

SElain goa Hawang, Kepulauan Kei Kabupaten Maluku Tenggara juga menyimpan potensi wisata yang sangat luar biasa dan saat ini sudah terjangkau dan mempunyai infrasturktur yang cukup memadai untuk dikunjungi wisatawan. Penerbangan Ambon – Langgur sudah dilayani oleh 3 maskapai Nasional dengan frekuensi 4 kali setiap harinya.

Ada 8 Destinasi Wisata Di Kepulauan Kei yang mempesona antara lain:

01. Pantai Ngur Sarnadan

Pantai dengan pasir sangat halus dan bersih serta sangat lkamui sampai dengan lebih dari 100 meter ke tengah laut ini , akan sangat mempesona kamu terutama untuk menghabiskan pagi dan menanti sunset yang sangat indah yang bisa kamu saksikan di sini.

02. Pantai Pasir Panjang

Pantai ini merupakan garis pantai yang sama dengan Pantai Ngur Sarnadan. Panjang garis pantai ini mencapai lebih dari 2 km. Di sepanjang pantai ini terdapat saung-saung yang bisa disewa dari masyarakat lokal sambil menikmati kuliner khas setempat. Sama dengan pantai Ngur Sarnadan, pantai inipun sangat nyaman untuk dipakai berenang dan leyeh-leyeh sambil menikmati sunset. Pantai Ngurbloat juga dinobatkan sebagai pantai dengan pasir paling halus di dunia oleh majalah National Geographic.

03. Pasir Timbul Ngurtavur

Lokasi pantai Ngurtavur berada di Pulau Waha, tepat di depan Pulau Warbal. Pulau Waha memiliki pantai berpasir putih yang menjorok atau memanjang tanpa putus ke tengah lautan sepanjang 2 km dan lebar 7 meter. Ngurtavur merupakan habitat burung Australian Pelikan (Pelecanus conspicillatus) yang sedang bermigrasi ke Maluku dari tempat tinggal mereka di Australia dan Papua Nugini.

04. Pulau Bair

Terletak kurang lebih 1 jam perjalanan ke arah utara dari pelabuhan Dullah di Kei Kecil. Landscape Pulau Bair ini sangat memanjakan mata dengan laguna yang jernih beralaskan pasir dan ikan serta terumbu karang yang masih sehat. Aktivitas berenang, piknik dan snorkeling bisa dilakukan di sini.

05. Bukit Masbait

Bukit Masbait adalah Bukit tertinggi di Pulau Kei Kecil yang berada di Desa Kelanit, yang merupakan titik tertinggi di Kei Kecil. Selain sebagai tempat ziarah umat Katolik dengan patung Kristus Raja yang dapat berputar, atraksi alam berupa matahari terbit dan terbenam yang sangat indah dapat dinikmati dari puncak bukit ini.

06. Desa Adat Tanimbar Kei

Desa Adat yang dapat dicapai dengan perjalanan laut selama 5 jam dari Pelabuhan Debut ini adalah desa adat yang masih memegang teguh bentuk bangunan, seni, adat istiadat dan kepercayaan leluhurnya. Desa Tanimbar Kei terbagi menjadi dua, yaitu Kampung Atas dan Kampung Bawah. Yang dipisahkan dengan tangga yang bersandar di tebing setinggi 10 sampai 15 meter. Di pulau ini kita bisa menemukan rumah adat asli Kei yang merupakan tempat menyimpan beraneka ragam benda-benda adat seperti Patung adat, perhiasan emas, bejana, tembikar. Legenda yang menyatakan bahwa leluhur orang Kei berasal dari Bali dapat dirasakan di sini, dengan adanya tempat ibadah berupa Pura dan agama Hindu yang dianut oleh masyarakatnya.

07. Gua Luvat

Situs purbakala di Ohoi Dertawun ini sangat fenomenal karena lukisan di dinding gua berbentuk Matahari, Panah, Perahu, Hewan merupakan peninggalan masa prasejarah pada zaman Megalitikum (zaman batu besar) di mana manusia mulai mengenal konsep ketuhanan walaupun masih sangat tradisional. Lukisan tersebut menggambarkan pola hidup dan aktivitas masyarakat saat itu yang berhubungan dengan alam.

08. Pulau Ngav

Tiga pulau yang berada tidak jauh di sebelah barat Ohoi Dertawun ini merupakan destinasi favorit untuk island hopping yang dapat dilakukan dalam satu hari. Bentang pantai pasir putih dan spot-spot snorkeling dengan terumbu karang menjadi daya tarik utama ketiga pulau ini. Bila kamu beruntung, sekelompok hiu sirip hitam (Carcharhinus limbatus) pun bisa kamu temui di pinggir pantainya. (*/BBS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.