Gernasta Riau Siapkan Enam Program Untuk Dongkrak Pariwisata Daerahnya

0
861

Peselancar menikmati Bono , gulungan ombak di Sungai Kampar, Riau (foto repro Google)

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id; Gerakan  Nasional Sadar Wisata (Gernasta) Riau menjadwalkan sedikitnya enam kegiatan untuk mengangkat citra pariwisata Provinsi Riau, kata Marta Ulli Emmilia, mewakili Gernasta Riau, hari ini.

“Kami konsentrasi dulu memfasilitasi obyek wisata surfing di sungai Kampar  yang disebut Bono, gelombang atau ombak yang terjadi di muara sungai itu di Kabupaten Pelelawan, “ ungkapnya.

Gernasta Riau akan berkontribusi dalam menyiapkan sumber daya manusia setempat agar menerapkan Sapta Pesona dengan menciptakan suasana aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah tamah dan kenangan.

Selain juga membentuk kelompok sadar wisata ( Pokdarwis), menumbuhkan homestay dan membentuk koperasi.

“ Bono sudah menjadi ikon wisata Provinsi Riau namun kami melihat untuk akomodasi masih kurang jadi karena kami organisasi akar rumput maka pemberdayaan masyarakat melalui homestay dan koperasilah yang akan kami dorong” kata Marta Uli Emilia.

Kegiatan lainnya adalah Seminar Nasional mengenai manajenen limbah agar berbagai industri di Provinsi Riau memiliki keberpihakan untuk menjaga masalah lingkungan karena kebersihan di segala bidang menjadi unsur Sapta Pesona yang penting bagi daerah.

Marta Uli Emmilia, pengurus Gernasta Riau
Marta Uli Emmilia, pengurus Gernasta Riau

“ Kami juga fokus pada masalah pelestarian budaya Melayu karena itu lima bulan ke depan diharapkan sudah dapat menggekar Forum Budaya Rumpun Melayu melibatkan negara-negara rumpun Melayu yang ada”.

Dukungan awal Forum Budaya Rumpun Melayu ini justru datang dari Ketua Kadin Melayu Singapura, Moh. Buchori yang telah memberikan dukungan moral agar pelestarian budaya rumpun Melayu ini terus ditingkatkan sehingga generasi muda bangga menjadi warga negara yang lahir dari negara-negara rumpun Melayu di dunia ini.

“Forum Budaya Rumpun Melayu ini kami upayakan lengkap mulai dari seminar, festival budaya, kuliner hingga menonjolkan  kekayaan yang dimiliki dari tradisi Melayu dari berbagai negara” kata Marta.

Menurut dia keinginan untuk mengangkat budaya Melayu yang akan dipusatkan di Kabupaten Siak karena masyarakatnya  konsisten dalam melestarikan budaya Melayu, di samping aksesibilitas juga menunjang.

“ Kami berencana juga memberikan penghargaan The Medal of Siak sebagai penghargaan terhadap individu yang secara konsisten mengangkat dan melestarikan budaya Melayu. Penerimanya bisa saja tokoh dari negara serumpun dan setelah individu ke depan penghargaan juga kepada perusahaan yang peduli pada pelestarian budaya Melayu.

Pihaknya berharap untuk mendapatkan dukungan dari Dewan Pengurus Nasional Gernasta, Pemerintah Provinsi, Pemkab dan masyarakat Riau dimanapun mereka berada karena Bono dan budaya Melayu merupakan aset pariwisata Provinsi Riau yang sudah mendunia.([email protected]).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.