Home AKOMODASI Gerhana Matahari Total, 85 Persen Hotel di Kaltim Ludes Dipesan

Gerhana Matahari Total, 85 Persen Hotel di Kaltim Ludes Dipesan

0
686

BALIKPAPAN, test.test.bisniswisata.co.id: KALIMANTAN Timur yang dilewati Gerhana Matahari Total (GMT), sudah diantisipasi pelaku industri pariwisata. Memang, even fenomena alam yang hanya terjadi 350 tahun ini sangat strategis yang bisa menghasilkan “devisa” bagi pelaku usaha pariwisata.

Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak pun langsung memimpin jajarannya untuk menangkap peluang disektor pariwisata. Awang mengakui, bersama Kementerian Pariwisata, pihaknya memang menjual fenomena langka ini sebagai agenda wisata yang khas dan penuh edukasi. Awang juga menyebutkan, antusias dan animo masyarakat sangat tinggi untuk menyaksikan fenomena ini.

“Sampai dengan minggu kedua Januari, angka pesanan kamar atau tingkat hunian di sekitar tanggal 6-9 Maret 2016 sudah terisi sampai 85 persen. Angka itu didapat dari 75 hotel atau 5.300-an kamar yang ada. Alhamdulillah, pihak asosiasi travel juga mengemas fenomena gerhana matahari total ini dalam paket wisata mereka ke Kalimantan, bukan hanya Balikpapan,” terang Awang, Selasa (16/02/2016).

Dilanjutkan, Balikpapan adalah kota yang sangat strategis sebagai gerbang Kalimantan Timur dengan berbagai sarana dan fasilitas kotanya yang sangat memadai. “Kita lebih mudah dijangkau dengan sarana bandara internasional terbaik. Hotel dan akomodasi kita juga sangat representatif. Apalagi kita juga siapkan sejumlah even pendukung dengan pusat kegiatan di dua lokasi, yakni Pantai Manggar dan Pantai Banua Patra,” tambahnya.

Di Balikpapan rangkaian GMT akan berlangsung selama 1 menit 9 detik. Dengan urutan fase P1 mulai pukul 07.25 Wita, P2 (gerhana total) 08.33 Wita, dan fase P3 (berakhirnya gerhana) pada 09.53 Wita.

Di tempat terpisah, Asisten Deputi Pengembangan Komunikasi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Putu Ngurah mengaku sejumlah kota yang dilintasi fenomena langka itu kehabisan akomodasi alias hotel, karena banyaknya pengunjung dari luar daerah yang ingin menyaksikan gerhana matahari total. “Akomodasi untuk kota-kota yang dilintasi GMT setahu saya sudah penuh semua. Ternate saja sudah 4.000 orang yang confirmed datang,” kata Putu Ngurah, di Jakarta Selasa, (16/02/2016).

Dijelaskan, untuk mengantisipasi membludaknya wisatawan yang datang ke kota-kota yang dilintasi gerhana itu, pemerintah daerah mengoptimalkan rumah penduduk menjadi tempat penginapan semacam homestay. “Kami juga berkoordinasi dengan PT Pelni untuk mempromosikan paket wisata dengan kapal-kapal besar sebagai hotel terapung di sejumlah wilayah,” kata Putu.

Gerhana matahari total akan berlangsung pada Rabu 9 Maret 2016. Kota-Kota besar yang akan dilalui di antaranya Muko-Muko (Bengkulu), Palembang, Tanjung Pandan, Sampit, Palangkaraya, Balikpapan, Palu, Poso, Ternate, dan Halmahera.

Daerah-daerah yang dilintasi gerhana matahari total pun telah menyiapkan diri menggelar sejumlah aktivitas menyambut fenomena alam yang hanya terjadi di tempat yang sama setiap 350 tahun sekali itu.

Sumatera Selatan, pada 9 Maret 2016 akan menggelar pertunjukan barongsai sepanjang 30 meter dan pelepasan lampion di Jalan Ampera. Bangka Belitung akan menggelar Belitung Photography Trip. Kalimantan Tengah akan menggelar pagelaran seni menyambut GMT 2016 di lapangan Sanaman, Mantikey, Palangkaraya. Sulawesi Tengah juga akan menggelar atraksi kesenian di Kota Palu. Run Eclipse 10 KM akan digelar di Maluku Utara.

Selain itu, tur menggunakan kapal pesiar, “Eclipse Regattta” juga akan digelar untuk memeriahkan gerhana matahari. Hingga saat ini sudah terdaftar empat kapal pesiar yang akan melintasi Indonesia saat gerhana matahari selain itu tiga kapal PT Pelni juga disiagakan sebagai hotel terapung. (*/e)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.