Garuda Indonesia Akhirnya Meraup Untung

0
1936

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: BEBERAPA tahun terakhir berdarah-darah, kini PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) meraup untung. Kuartal pertama 2015, Garuda membukukan laba US$ 11,39 juta, periode yang sama tahun sebelumnya, maskapai penerbangan plat merah merugi US$ 168,04 juta. Dengan ini, laba per sahamnya pun terkerek menjadi US$ 0,00044.

Pendapatannya juga meningkat 13,44% dari US$ 817,41 juta ke posisi US$ 927,32 juta. Kontribusi pendapatan dari penerbangan berjadwalnya yakni US$ 805,48 juta, penerbangan tak berjadwal US$ 39,2 juta, dan lainnya US$ 82,64 juta.

“Di kuartal pertama, Garuda meraih kenaikan trafik penumpang domestik 13% dan internasional 17%,” kata Direktur Utama GIAA Arif Wibowo, dalam siaran pers di Jakarta, Senin (11/05/2015).

Dilanjutkan, meski pangsa pasarnya menipis, namun maskapai penerbangan nasional tetap bisa mencatat kenaikan jumlah penumpang. Pangsa pasar penumpang domestik GIAA turun sekitar 9% di kuartal satu 2015. Beban GIAA tanggung sedikit meringan. Beban usahanya turun 6,54% dari US$ 980,97 juta ke posisi US$ 916,73 juta. Ini didorong oleh beban operasionalnya yang turun 11,03% dari US$ 597,63 juta ke posisi US$ 531,71 juta.

Lemahnya harga minyak dunia turut berperan berkurangnya beban tersebut. Dus, GIAA juga tengah menekankan efisiensi. Efisiensi yang dilakukan antara lain mengurangi isian kelas bisnis dari 12 menjadi 8 kursi.

Untuk menghindari turbulensi nilai tukar, GIAA juga melakukan cross currency swap. Pada 2 April lalu, GIAA melakukan cross currency swap sebesar Rp 1 triliun dengan PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BNII), PT Bank Mega Tbk (MEGA), Bank Standard Chartered, dan Bank ANZ.

Pada kuartal pertama kemarin, fluktuasi nilai tukar Rupiah ternyata membawa untung bagi maskapai ini. GIAA tercatat memperoleh laba selisih kurs US$ 18,99 juta. Sementara di kuartal pertama 2014, GIAA rugi kurs US$ 34,31 juta.

GIAA juga akan menerbitkan global sukuk senilai US$ 500 juta. Sukuk global tersebut memberi kupon maksimal 6,9% per tahun dan tenor 5 tahun. Adapun, penerbitan sukuk itu dinilisi bisa meringankan covenance utang GIAA. Pekan lalu, saham GIAA tutup di harga Rp 560 atau memerah 0,88% dibanding hari sebelumnya. ***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.