Garuda Butuh Dana Rp 2,4 Triliun, Siapa Mau Pinjami?

0
857

JAKARTA, test.test.bisniswisata.co.id: PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan mengupayakan pinjaman dana hingga US$ 100 juta untuk menutupi belanja modal hingga US$ 200 juta atau setara Rp 2,4 triliun. Rencananya, pinjaman ini akan digunakan untuk mendatangkan 23 pesawat tahun depan.

“Dari 23 pesawat, 18 unit dialokasikan untuk Garuda dan lima unit untuk Citilink Indonesia. Pesawat baru nanti variatif dari yang besar hingga kelas ATRR. Karena itu, kami alokasikan capex hingga US$ 200 juta, baik dari kas internal dan sumber eksternal,” kata Direktur Keuangan Garuda Indonesia, Handrito Hardjono, seperti dikutip laman Sinarharapan.co, Kamis (4/12/2014).

Menurutnya, peluang perseroan meraih pinjaman masih ada karena belum lama ini Garuda melunasi utang sebesar US$ 62,5 juta kepada ECA dan US$ 210 juta kepada sindikasi Citibank.

Garuda setiap tahunnya membutuhkan investasi US$ 600-700 juta. Namun, sejauh ini yang disetujui pemerintah selaku pemegang saham hanya sekitar US$ 50 juta. Hal ini ini karena dalam sembilan bulan pertama 2014 Garuda mencatat pendapatan US$ 2,8 miliar atau sekitar Rp 33 triliun, sedangkan kerugian operasi capai US$ 250,3 juta dan kerugian bersih US$ 219,5 juta.

Manajemen Garuda Indonesia berkilah kombinasi faktor eksternal sebagai penyebab kerugian, seperti kondisi bandara, harga avtur di Indonesia, serta depresiasi rupiah.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, mengaku Garuda mengalami kerugian Rp 1,6 triliun akibat kepadatan bandara dan tingginya harga bahan bakar. “Keterlambatan landing tahun ini rata-rata 11 menit. Itu menyebabkan Garuda harus membuang avtur Rp 344 miliar,” katanya.***

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.