Garap Album, Aminoto Kosin Rangkul 5 Dokter

0
689

JAKARTA, BISNISWISATA.CO.ID: Banyak orang meninggalkan hobi musiknya agar lebih fokus dengan pekerjaan. Alasannya, pekerjaan lebih menjanjikan penghasilan yang pasti. Namun kelima orang ini mampu menyandingkan antara pekerjaan dan hobi dengan baik, dan uniknya, mereka semua berkecimpung di dunia kedokteran.

Medis Band, itulah nama band yang beranggotakan Danny dan Kris (vokal), Medi (bass), Ardio (gitar) dan Kevin (keyboard), sebuah band atau kelompok musik pendatang baru di industri musik pop di Indonesia.

Berawal dari pertemuan kembali antara Danny dan Kris pada awal 2013. Saat itu Danny baru saja menyelesaikan kuliah Spesialis Kulit dan Kelamin-nya, Kris praktik sebagai dokter umum. Panggilan jiwa dalam bermusik rupanya kembali mempersatukan keduanya setelah beberapa tahun berpisah. Danny dan Kris lalu menggandeng Medi, Ardio dan Kevin yang masih kuliah kedokteran di salah satu universitas di Jakarta.

Setelah cukup lama latihan dan main musik bareng, akhirnya di 2015 ini Medis Band meluncurkan sebuah album perdana berjudul “Sirik Dengki”. Dibantu oleh Aminoto Kosin, yang bertindak sebagai music director, dan dibawah naungan label PT. Gema Nada Pertiwi, Medis Band berhasil mengemas 10 lagu bergenre pop untuk debut album mereka.

Aminoto Kosin memang bukan sembarang musisi, sejak tahun 1980-an Aminoto telah dikenal sebagai seorang keyboardist, komposer, arranger, produser dan konduktor ternama di dunia musik Indonesia maupun Internasional.

Aminoto mengaku tidak mendapatkan kesulitan dalam menggarap album Medis Band. “Para dokter ini basic-nya pernah sekolah musik jadi mereka dapat membaca not balok dan cepat tanggap saat diberi pengarahan,” ujarnya seperti dilansir laman Metrotvnews.com, Sabtu (7/3/3016)

Album yang dikemas dalam format CD dan digital ini dapat diunduh lewat Itunes, Guvera, Deezer, Melon, Mix Radio, Langit Musik dan Klik Musik. Band dibawah naungan label PT. Gema Nada Pertiwi ini berisikan lagu yang mengusung tema cinta antara lain Aku Cinta Kepadamu, Bila, dan Kan Kembali.

“Dalam album kami juga mengusung kritik sosial seperti dalam lagu Sirik Dengki dan Jangan Sombong. Kami menilai hal-hal yang terkait dengan kritik sosial merupakan sebuah ‘penyakit’ yang tumbuh dan berkembang di dalam kehidupan masyarakat saat ini. Kami juga memilki sebuah lagu berbahasa Inggris, Eleven, yang merupakan simbolisasi kesetiaan seorang pasangan yang selalu menyertai dalam kondisi apapun,” ungkap Danny panjang lebar.

Untuk soal musik, Danny tercatat bukan orang baru, pada sekitar tahun 90-an, ia pernah menjadi guru kursus drum di Jakarta. ****

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.